Obat Anestesi

Ketalar

Klikdokter, 22 Jan 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Ketalar digunakan sebagai anastesi (obat bius) lokal ataupun total sebelum pembedahan.

Pengertian

Ketalar merupakan sediaan injeksi yang mengandung Ketamine HCl, sediaan obat ini diproduksi oleh Pfizer Indonesia. Ketalar digunakan sebagai anastetik tunggal (penghilang rasa sakit) untuk diagnostik dan prosedur pembedahan yang tidak memerlukan relaksasi otot skeletal, sebagai induksi anestesi (obat bius) sebelum pemberian anestetik umum lainya.

Katerangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anastesi Lokal dan Total.
  • Kandungan: Ketamine HCl 100 mg/mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 10 mL.
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Ketalar digunakan sebagai anastesi (obat bius) lokal ataupun total sebelum pembedahan.

Dosis & Penggunaan

Ketalar merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan ketalar juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Penggunaan ketalar injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis. Aturan penggunaan Ketalar secara umum adalah:

  • Intravena: diberikan dosis 1-4.5 mg/kg berat badan sebagai injeksi (disuntikkan ke pembuluh darah) atau infus 0.5-2 mg/kg.
  • Intramuskular: 6.5-13 mg/kg berat badan disuntikkan ke dalam otot.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ketalar, yaitu:

  • Mimpi, halusinasi, kebingungan, perilaku irasional.
  • Peningkatan tonus otot kadang menyerupai kejang.
  • Hipertensi sementara dan gangguan detak jantung (takikardia, bradikardia, aritmia)
  • Mual dan muntah
  • Ruam dan nyeri sementara pada tempat Injeksi.

Overdosis
Gejala overdosis Ketamine adalah depresi saluran pernafasan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ketalar pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien Hipertensi.
  • Eklampsia atau pre-eklampsia (kondisi saat kejang pada ibu hamil).
  • Penyakit jantung koroner atau miokard yang parah.
  • Kecelakaan serebrovaskular atau trauma otak.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ketalar:

  • Waktu pemulihan berkepanjangan dengan barbiturat atau narkotika.
  • Dapat mempotensiasi efek penyumbatan neuromuskuler dari atracurium dan tubocurarine termasuk depresi pernapasan dengan apnea.
  • Dapat meningkatkan risiko bradikardia, hipotensi, atau penurunan curah jantung dengan anestesi terhalogenasi.
  • Dapat mempotensiasi depresi SSP dan risiko depresi pernapasan dengan depresan SSP (Fenotiazin, sedasi bloker-H1, relaksan otot rangka).
  • Pengurangan ambang kejang menghasilkan kejang tipe ekstensor yang tidak dapat diprediksi ketika diberikan bersamaan dengan teofilin.
  • Dapat meningkatkan risiko Hiprtensi dengan hormon tiroid.
  • Dapat meningkatkan risiko hipotensi dengan agen antihipertensi.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ketalar ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).