Sukses

Pengertian Nuzartan

Nuzartan adalah obat yang mengandung Telmisartan. Obat yang mengandung Telmisartan digunakan untuk pengobatan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan mengurangi risiko kardiovaskular (penyakit jantung). Penggunaan obat harus disertai dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Keterangan Nuzartan

Berikut adalah beberapa hal mengenai Nuzartan yang perlu anda ketahui:

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antagonis Reseptor Angiotensin II
  • Kandungan: Telmisartan 80 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip; Box
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 14 Tablet; Box, 4 Strip @ 7 Tablet
  • Farmasi: Nufarindo
  • Harga: Rp 62.500 - Rp 165.000 / Strip.

Kegunaan Nuzartan

Nuzartan digunakan dalam pengobatan hipertensi dan pengurangan resiko kardiovaskuler.

Dosis & Cara Penggunaan Nuzartan

Nuzartan termasuk dalam golongan obat keras. Pembelian dan penggunaan obat ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Aturan penggunaan Telmisartan secara umum adalah:

  • Dosis 40 mg sekali sehari, dapat diberikan 20 mg sekali sehari jika sudah memberikan efek
  • Jika target tekanan darah belum tercapai, dosis dapat ditingkatkan hingga maksimum 80 mg sekali sehari
  • Kombinasi telmisartan 40 mg dan Hidroklorotiazid 12,5 mg digunakan pada pasien hipertensi jika tekanan darah tidak dapat terkontrol dengan telmisartan 40 mg tunggal. 
  • Kombinasi telmisartan 80 mg dan Hidroklorotiazid 12,5 mg digunakan pada pasien hipertensi jika tekanan darah tidak dapat terkontrol dengan irbesartan 80 mg atau telmisartan 40 mg dikombinasikan Hidroklorotiazid 12,5 mg.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Nuzartan

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Telmisartan adalah:

  • Infeksi saluran kemih (termasuk sistitis)
  • Infeksi saluran napas atas
  • Sepsis termasuk yang sifatnya fatal
  • Anemia
  • Eosinofilia, trombositopenia
  • Reaksi anafilaksis, hipersensitivitas, 
  • Hiperkalemia, hipoglikemia (pada pasien diabetes)
  • Insomnia, depresi, ansietas, pingsan
  • Gangguan penglihatan
  • Vertigo
  • Bradikardi, takikardi, hipotensi, hipotensi ortostatik, dispnea
  • Nyeri abdomen, diare, dispepsia, perut kembung, muntah, mulut kering, rasa tidak nyaman pada lambung
  • Gangguan fungsi hati
  • Pruritus, hiperhidrosis, ruam, angioedema, eksim, eritema, urtikaria.

Overdosis
Penggunaan Telmisartan yang melebihi dosis yang dianjurkan dapat menimbulkan gejala Hipotensi, takikardia, pusing, bradikardia, peningkatan kreatinin serum, dan gagal ginjal akut.


Kontraindikasi
Jangan dikonsumsi apabila:

  • Hipersensitif terhadap Telmisartan
  • Sedang hamil trimester dua dan tiga
  • Sedang menyusui
  • Mengalami gangguan obstruktif empedu
  • Mengalami gangguan hati berat.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Telmisartan:

  • Peningkatan risiko hipotensi dengan diuretik dosis tinggi (misalnya Furosemide, hydrochlorothiazide) dan antihipertensi lainnya.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi digoxin dalam plasma.
  • Peningkatan risiko hiperkalemia dengan diuretik hemat-K (misalnya Spironolakton, eplerenone, triamterene, amiloride), suplemen K atau pengganti garam yang mengandung K; Inhibitor ACE, heparin, imunosupresan (misalnya Siklosporin, tacrolimus), trimetoprim.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi dan memperburuk fungsi ginjal dengan aspirin, NSAID termasuk penghambat selektif COX-2.
  • Dapat meningkatkan kadar lithium serum dan toksisitas.
  • Mengurangi efek antihipertensi dengan kortikosteroid sistemik. 

Kategori Kehamilan
Kategori D: ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Keamanan Menyusui
Telmisartan tidak direkomendasikan dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait