Sukses

Pengertian Nuflox

Nuflox adalah antibiotik yang mengandung zat aktif Moxifloxacin. Nuflox digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti pneumonia komunitas (infeksi yang dapat di masyarakat), penyakit radang panggul, sinusitis bakteri akut, eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis, dan infeksi kulit dan struktur kulit yang disertai dengan komplikasi.

Keterangan Nuflox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
  • Kandungan: Moxifloxacin 400 mg
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 3 Kaplet
  • Farmasi: Nulab Pharmaceutical Indonesia/Guardian Pharmatama.

Kegunaan Nuflox

Nuflox digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Nuflox

Nuflox termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran resep dokter.

  • Pneumonia komunitas
    Dewasa: diberikan dosis 400 mg diminum sekali sehari selama 10 hari.
  • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis
    Dewasa: diberikan 400 mg diminum sekali sehari selama 5-10 hari.
  • Sinusitis bakteri akut
    Dewasa: diberikan 400 mg diminum sekali sehari selama 7 hari.
  • Penyakit radang panggul
    Dewasa: di kombinasikan dengan antibakteri lain dalam kasus ringan hingga sedang: diberikan 400 mg diminum sekali sehari selama 14 hari.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit
    Dewasa: diberikan 400 mg diminum sekali sehari selama 7-21 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 25°C. Lindungi dari kelembaban.

Efek Samping Nuflox

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah, sakit perut.
  • Penyakit kuning.
  • Anoreksia (gangguan makan).
  • Arthralgia (nyeri sendi)
  • Mialgia (nyeri otot).
  • Sakit kepala, pusing, susah tidur, kebingungan.
  • Ruam, gatal.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap moksifloksasin atau antibiotik kuinolon lainnya.
  • Pasien dengan riwayat gangguan tendon, miastenia gravis, perpanjangan interval QT, aritmia ventrikel, kondisi proarrhythmic (misalnya Bradikardia, serangan jantung akut), neuropati perifer, gangguan elektrolit yang tidak dikoreksi (misalnya: Hipokalaemia, hipomagnesemia).
  • Penggunaan bersamaan dengan antiaritmia Kelas 1A dan Kelas III, antihistamin, dan obat lain yang memperpanjang interval QT (misalnya Cisapride, eritromisin, antipsikotik, dan TCA).

Interaksi obat:

  • Meningkatkan risiko bradikardia dengan zat pereduksi kalium (misalnya loop diuretik).
  • Peningkatan risiko gangguan tendon dengan kortikosteroid.
  • Mengurangi penyerapan dengan membentuk chelate dengan antasida yang mengandung Al, Mg, Fe, sucralfate dan kation multivalen.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko perpanjangan QT dengan kelas IA (misalnya Quinidine) dan kelas III (misalnya Amiodarone) antiarryhthmics, terfenadine, cisapride, erythromycin, antipsikotik (misalnya Haloperidol), dan TCA (misalnya Amitriptyline).

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Nuflox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Nuflox yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti perpanjangan QT.
  • Jika terjadi overdosis, segera berikan arang aktif segera setelah terjadi overdosis. Lakukan pemantauan EKG. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait