Sukses

Nama generik: paracetamol

Golongan: obat bebas

Harga Nufadol kaplet: Rp2.500-8.000/strip

Harga Nufadol sirup: Rp7.000-10.000/botol

Pengertian Nufadol

Paracetamol masih dipercaya sebagai obat untuk mengatasi keluhan nyeri, sakit kepala, dan demam.

Alasannya, obat ini dianggap aman untuk banyak kondisi dengan risiko efek samping yang cukup rendah dibanding analgesik lainnya.

Ada banyak sekali merek obat dengan kandungan paracetamol di pasaran. Nufadol adalah salah satunya.

Diproduksi oleh Nufarindo, Nufadol digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi, dan demam.

Berikut penjelasan lengkap seputar obat Nufadol paracetamol 500 mg.

Artikel lainnya: Nyeri pada Skrotum, Kenali Penyebab yang Paling Sering

Keterangan Nufadol

Golongan: obat bebas

Kelas terapi: analgesik dan antipiretik

Kandungan:

  • Nufadol kaplet mengandung paracetamol 500 mg
  • Nufadol sirup mengandung paracetamol 120 mg/5 mL

Kemasan: Nufadol kaplet @10 tablet/strip; Nufadol sirup @60 ml/botol

Produksi: Nufarindo

Kegunaan Nufadol

Indikasi:

Nufadol digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang, seperti:

  • demam
  • sakit kepala
  • nyeri haid
  • sakit gigi
  • sakit punggung
  • osteoartritis (nyeri sendi)

Kontraindikasi:

Sebaiknya penggunaan Nufadol dihindari pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol.

Pasien dengan gangguan hati sebaiknya juga menghindari obat yang satu ini.

Artikel lainnya: Nyeri Tangan dan Kaki Kronis, Awas Complex Regional Pain Syndrome

Cek Dosis Umum dan Aturan Pakai Nufadol

Obat Nufadol dapat dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak. Berikut adalah dosis Nufadol kaplet secara umum:

  • orang dewasa: 1-2 kaplet diminum 3-4 kali sehari
  • anak-anak usia 6-12 tahun: ½ - 1 kaplet diminum 1-2 kali sehari

Berikut adalah dosis aturan pakai sirup Nufadol:

  • anak 6-12 tahun: 3-4 kali sehari 2 sendok takar 5 mL
  • anak 3-6 tahun: 3-4 kali sehari 1 sendok takar 5 mL
  • anak 1-3 tahun: 3-4 kali sehari 0,5-1 sendok takar 5 mL
  • Anak

Nufadol dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Nufadol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Nufadol, antara lain:

  • gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, konstipasi
  • gangguan sistem saraf, seperti sakit kepala
  • gangguan kejiwaan, misalnya insomnia atau sulit tidur, serta
  • gangguan kulit dan jaringan subkutan, seperti eritema (inflamasi akut pada kulit dan membran mukosa) dan pruritus (gatal disertai ruam).

Artikel lainnya: Saat Anak Demam, Jangan Lakukan 3 Hal Ini

Apa yang Terjadi Jika Overdosis Nufadol?

Nufadol adalah obat bebas. Namun, penggunaannya juga harus hati-hati sesuai dosis yang ditentukan.

Bila berlebihan Anda berisiko alami overdosis paracetamol. Gejalanya antara lain:

  • mual
  • muntah
  • anoreksia
  • nyeri perut
  • asidosis metabolik
  • kelainan metabolisme glukosa

Pada kondisi yang berat, dapat timbul kerusakan hati, ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.

Hubungi dokter jika Anda merasakan gejala overdosis untuk mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.

Apakah Nufadol Bisa Dikonsumsi Bersama Obat Lain?

Beberapa obat dapat berinteraksi saat dikonsumsi bersama dengan Nufadol. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya.

  • Ketika dikonsumsi bersama Celestyramine akan mengurangi penyerapan dari Celestyramine.
  • Jika dikonsumsi bersama dengan warfarin dan kumarin dalam jangka waktu yang panjang, akan meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan kumarin.
  • Terjadi peningkatan penyerapan di tubuh ketika dikonsumsi bersama metoclopramide dan domperidone.
  • Konsentrasi serum dari chloramphenicol juga akan meningkat saat dikonsumsi bersama dengan Nufadol.

Artikel lainnya: Cegah Anak Dehidrasi saat Demam, Ini Pentingnya Minuman Isotonik

Apakah Nufadol Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Nufadol termasuk obat Kategori C, yakni studi pada hewan menunjukkan adanya risiko pada janin.

Meski demikian, belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia.

Nufadol sebaiknya diberikan jika manfaatnya lebih banyak dibandingkan risikonya.

Informasikan juga kepada dokter jika Anda akan mengonsumsi Nufadol saat sedang menyusui.

Dapatkan informasi lainnya seputar penyakit dan juga obat dengan men-download aplikasi KlikDokter.

Rekomendasi Obat Sejenis Nufadol

(HNS/AYU)

Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., S. Farm

Artikel
    Penyakit Terkait