Sukses

Pengertian Noxetine

Noxetine adalah obat yang mengandung zat aktif Fluoxetin HCl, obat ini diproduksi oleh Novell Pharmaceutical. Noxetine digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan disforik pramenstruasi, bulimia, dan serangan panik, gangguan Obsesif Kompulsif (OCD).

Keterangan Noxetine

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan.
  • Kandungan: Fluoxetin HCl 20 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 2 Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical.
  • Harga: Rp 55.000 - Rp 91.000 / Strip.

Kegunaan Noxetine

Noxetine digunakan untuk mengatasi depresi, gangguan disforik pramenstruasi, bulimia, dan serangan panik, gangguan Obsesif Kompulsif (OCD).

Dosis & Cara Penggunaan Noxetine

Noxetine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras. Obat ini hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter. Aturan penggunaan Noxetine secara umum adalah:

  • Depresi
    Awal: 20 mg sekali sehari. Maksimal: 80 mg / hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Bulimia nervosa (mual)
    Dosis 60 mg / hari sebagai dosis tunggal atau terbagi.
  • Gangguan kompulsif obsesif
    Dosis Awal: 20 mg sekali sehari, meningkat hingga 60 mg / hari jika perlu. Maksimal: 80 mg / hari dalam 2 dosis terbagi.
  • Gangguan panik
    Awal: 10 mg sekali sehari, meningkat menjadi 20 mg / hari setelah minggu. Kemudian dapat meningkat menjadi 60 mg / hari.
  • Gangguan Dysphoric Pramenstruasi
    Dosis 20 mg / hari terus menerus atau 20 mg / hari harus dimulai 14 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari pertama menstruasi; ulangi setiap siklus.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Noxetine

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Noxetine yaitu insomnia, gugup, gelisah, gelisah, tegang, gangguan tidur, sakit kepala, gangguan perhatian, pusing, lesu, tremor, gangguan ejakulasi, kelelahan, kedinginan, perasaan gelisah, gangguan nafsu makan menurun, libido.

Overdosis
Penggunaan Fluoxetine yang melebihi dosis dapat menyebabkan gejala mual, muntah, kejang, gangguan kardiovaskuler mulai dari aritmia asimtomatik hingga henti jantung (termasuk aritmia ventrikel) atau perubahan EKG yang menunjukkan perpanjangan QTc hingga henti jantung, disfungsi paru, tanda perubahan status sistem saraf pusat mulai dari eksitasi hingga koma.

Kontraindiaksi
Hindari penggunaan Noxetine pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Monoamine Oxidase Inhibitor (MAOI).
  • Penggunaan bersamaan dengan pimozid atau thioridazine.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Noxetine:

  • Dapat menyebabkan sindrom serotonin dengan obat serotonergik (Triptans, fentanyl, tramadol, litium, buspirone, triptofan).
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan aspirin, Anti Inflamasi Non Steroid (AINS), warfarin, dan antikoagulan lainnya.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Noxetine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait