Sukses

Pengertian Norpid

Norpid adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Graha Farma Indonesia. Norpid digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol total atau lemak jahat dalam darah pada penderita hiperkolesterolemia (tingginya kadar kolesterol dalam darah). Setiap tablet Norpid mengandung zat aktif Simvastatin yang merupakan agen antilipemik. Norpid bekerja dengan mengurangi kolesterol total, kolesterol low-density lipoprotein (LDL) dan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol high-density lipoprotein(HDL) dalam darah.

Keterangan Norpid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen Dislipidemia
  • Kandungan: Simvastatin 10mg, Simvastatin 20 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput 
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Graha Farma Indonesia
  • Harga Norpid 10 mg: Rp8.500 - Rp25.000/ Strip
  • Harga Norpid 20 mg: RpRp8.500 - Rp44.000/ Strip

Kegunaan Norpid

Norpid digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol total atau lemak jahat dalam darah pada penderita hiperkolesterolemia.

Dosis & Cara Penggunaan Norpid

Norpid merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dosis awal: dosis 5-10 mg diberikan setiap hari sebagai dosis satu malam. Dosis dapat ditingkatkan pada interval 4 minggu hingga maksimal 40 mg / hari sebagai dosis malam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Norpid

Efek samping penggunaan Norpid yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri perut
  • Konstipasi
  • Perut kembung
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Gangguan otot
  • Disfungsi saraf kranial tertentu
  • Gemetar
  • Pusing, vertigo
  • Alergi berat (Anafilaksis)
  • Pembengkakan dibawah kulit (angioedema)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Anemia hemolitik
  • Gangguan makan(anoreksia)
  • Muntah
  • Kehilangan libido.

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Alkoholisme atau riwayat penyakit hati.
  • Miopati akut dan berat atau pasien dengan risiko gagal ginjal sekunder akibat kerusakan otot rangka (rhabdomiolisis)
  • Hiperkolesterolemia keluarga homozigot.
  • Tidak diindikasikan untuk kondisi apa pun dengan hipertrigliseridemia.
  • Monitor kadar kolesterol secara berkala selama perawatan. Lakukan tes fungsi hati sebelum pengobatan, 6 dan 12 bulan setelah pengobatan pertama, kemudian secara berkala.

Interaksi Obat 

  • Dapat berinteraksi dengan obat-obatan imunosupresan, itrakonazol, gemfibrozil, niasin, eritromisin, kumarin, antipirin, propranolol, digoksin.
  • Peningkatan waktu protrombin bila diberikan bersamaan dengan kumarin.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan norpid ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait