Sukses

Pengertian

Nodrof mengandung Parasetamol dan Fenilpropanolamin HCl. Parasetamol termasuk kelompok analgesik atau pereda rasa sakit. Obat ini dipakai untuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah. Fenillpropanolamine HCl adalah obat dekongestan dengan fungsi untuk menyusutkan pembuluh darah (vena dan arteri) dalam tubuh. Penyempitan pembuluh darah di sinus, hidung, dan dada akan melancarkan aliran pada daerah-daerah tersebut, yang kemudian mengurangi mampet. Fenilpropanolamine HCl digunakan untuk mengobati hidung tersumbat terkait dengan alergi, demam, iritasi sinus, dan flu biasa.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Sediaan Batuk dan Pilek
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
  • Kandungan: Paracetamol 650 mg, phenylpropanolamine HCl 15 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific
  • Harga: Rp 6.500 - Rp 15.000 / Strip.

Kegunaan

Nodrof mengandung Parasetamol dan Fenilpropanolamin HCl yang mempunyai kegunaan untuk membantu mengobati gejala flu, demam, sakit kepala, mialgia dan obstruksi hidung dan batuk.

Dosis & Cara Penggunaan

Secara umum Nodrof diminum 3-4 kali sebanyak 1 kaplet dalam sehari untuk dewasa.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Insomnia (Sulit tidur)
  • Kecemasan
  • Tremor (gemetar) atau kegelisahan
  • Mual atau muntah
  • Berkeringat.

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada Ibu hamil dan menyusui, Lansia (umur diatas 60 tahun), Hipertensi (tekanan darah tinggi), Diabetes Melitus (kencing manis), dan Gangguan ginjal.

Interaksi obat

  • Fenitoin
  • Barbiturat
  • Carbamazepine
  • Metoklopramid
  • Domperidone
  • Probenesid
  • Kloramfenikol
  • Kolestiramin
  • Fenotiazin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nodrof ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin."

Artikel
    Penyakit Terkait