Sukses

nitrokaf-retard

Pengertian Nitrokaf Retard

Nitrokaf Retard mengandung Glyceryl trinitrate yang digunakan untuk membantu mengobati angina (nyeri mendadak di dada), gagal jantung dan operasi jantung. Nitrokaf Retard juga digunakan untuk membantu membuat rileks pembuluh darah, mempertahankan aliran darah ke jantung dan meringankan gejala angina serta gagal jantung. Nitrokaf Retard bekerja dengan memperlebar pembuluh darah dan membantu meningkatkan kerja jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.

Keterangan Nitrokaf Retard

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiangina
  • Kandungan: Glyceryl trinitrate 2,5 mg ; Glyceryl trinitrate 5 mg (forte)
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Kapsul
  • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Kimia Farma.

Kegunaan Nitrokaf Retard

Nitrokaf Retard digunakan untuk membantu mengobati angina (nyeri mendadak di dada), gagal jantung, operasi jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Nitrokaf Retard

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Nitrokaf Retard dapat diminum 2.5 mg sebanyak 2-3 kali perhari. Pada kasus berat : 5 mg 2-3 kali sehari. Obat harus ditelan utuh dengan segelas air. (dapat diminum 1 jam sebelum makan).

Efek Samping Nitrokaf Retard

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Nitrokaf Retard antara lain:
1. Pusing
2. Sakit kepala
3. Pusing
4. Mual
5. Muntah
6. Kelemahan
7. Parestesia (kesemutan)
8. Diaphoresis (gejala serangan jantung)
9. Rinitis (peradangan selaput hidung)
10. Faringitis (peradangan faring).

Kontraindikasi:

  • Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi Hipotiroidisme (kadar tiroid rendah).
  • Hipotermia (suhu tubuh sangat rendah), Malnutrisi (kekurangan nutrisi), Anemia berat (kekurangan sel darah merah) dan Hipoksemia (tekanan oksigen menurut).

Interaksi Obat:
1. Acetylcysteine
2. Aspirin
3. Pancuronium
4. Alteplase
5. Avanafil
6. Riociguat
7. Sildenafil
8. Tadalafil
9. Vardenafil
10. Ergotamine

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nitrokaf Retard ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

 

Artikel
    Penyakit Terkait