Sukses

Pengertian Nitral

Nitral adalah obat yang di produksi oleh Actavis Indonesia. Obat ini mengandung Glyceryl trinitrate yang diindikasikan untuk penyakit jantung, angina (nyeri dada) akut. Nitral bekerja dengan membentuk radikal bebas nitrat oksida (NO) yang merangsang guanylate cyclase dalam sel otot polos vaskular yang menghasilkan relaksasi otot polos, sehingga mengurangi permintaan oksigen jantung dengan mengurangi preload dan dapat mengurangi afterload, melebarkan pembuluh darah jantung dan meningkatkan aliran kolateral ke daerah iskemik.

Keterangan Nitral

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Anginal
  • Bentuk: Tablet Sublingual
  • Kandungan: Glyceryl trinitrate 500 mcg
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 30 Tablet Sublingual
  • Farmasi: Actavis Indonesia
  • Harga: Rp85.000 - Rp175.000/ Botol

Kegunaan Nitral

Nitral digunakan untuk mengobati penyakit jantung, angina (nyeri dada) akut.

Dosis & Cara Penggunaan Nitral

Nitral merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Nitral juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 300-600 mcg, ulangi pemberian obat jika perlu. Cari bantuan medis jika rasa sakit berlanjut setelah total 3 dosis dalam 15 menit. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Nitral

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Nitral adalah:

  • Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah secara tiba-tiba)
  • Edema perifer (penumpukan cairan dibawah kaki)
  • Bradikardia (denyut jantung lambat)
  • Takikardia (denyut jantung cepat)
  • Hipotensi
  • Pusing, sakit kepala
  • Mual, muntah
  • Xerostomia (mulut kering)
  • Kelemahan
  • Parestesia (kesemutan)

Overdosis

  • Gejala: Peningkatan tekanan intrakranial dengan gejala serebral, nyeri kolik, diare, kemerahan, sakit kepala hebat, pusing, vertigo, refleks takikardia, perasaan tercekik, hipotensi, denyut nadi lemah, pucat. Jarang, sianosis, methaemoglobinaemia, syok disertai mual, muntah, lemas, berkeringat, pingsan.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan suportif dan simptomatik. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari pemberian Nitral pada penderita:

  • Hipovolemia (penurunan volume darah) yang tidak terkoreksi
  • Hipotensi, anemia berat
  • Kardiomiopati obstruktif hipertrofik (salah satu bagian dari jantung menebal tanpa sebab yang jelas)
  • Perikarditis konstriktif (pengerutan jantung)
  • Peningkatan tekanan intrakranial (misalnya. Perdarahan serebral, trauma kepala)
  • Migrain atau sakit kepala berulang.

Interaksi Obat

  • Efek hipotensi meningkat dengan vasodilator dan obat hipotensi lain.
  • Berkurangnya efikasi (sediaan oral / bukal) dengan obat yang menyebabkan mulut kering (misalnya. TCA, antimuskarinik lainnya).
  • Meningkatkan efek vasodilatasi dengan acetylcysteine.
  • Dapat mengurangi aktivitas trombolitik alteplase.
  • Dapat meningkatkan bioavailabilitas dihydroergotamine yang dapat menyebabkan vasokonstriksi koroner.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nitral ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait