Sukses

Pengertian Nimotop

Nimotop adalah obat yang mengandung nimodipine. Nimodipine merupakan obat yang dapat digunakan untuk terapi neurologik iskemik (arteri yang memasok darah ke otak tersumbat) yang disebabkan oleh vasospasme serebral (pembekuan darah pada saluran otak) akibat pendarahan subaraknoid (perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak) karena aneurisma (pelebaran abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah).

Keterangan Nimotop

  1. Nimotop Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Nootropik & Neurotonik / Neurotrofik
    • Kandungan: Nimodipine 30 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput
    • Satuan penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet 
    • Farmasi: Nicholas Lab Indonesia
    • Harga: Rp73.000 - Rp150.000/ Strip
  2. Nimotop Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Nootropik & Neurotonik / Neurotrofik
    • Kandungan: Nimodipine 2%
    • Bentuk: Infus
    • Satuan penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 50 mL
    • Farmasi: Nicholas Lab Indonesia
    • Harga: Rp350.000 - Rp450.000/ Box

Kegunaan Nimotop

Nimotop digunakan untuk terapi pendarahan subaraknoid (perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak) karena aneurisma (pelebaran abnormal pada pembuluh nadi karena kondisi dinding pembuluh darah yang lemah).

Dosis & Cara Penggunaan Nimotop

Nimotop merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Nimotop juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Nimotop injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Nimotop Tablet
    • Dosis: 2 tablet diberikan tiap 4 jam dimulai dalam 4 hari setelah perdarahan dan dilanjutkan selama 21 hari berturut-turut.
  2. Nimotop Infus
    • Dosis: diberikan dosis 1 mg / jam selama 2 jam. Dosis dapat ditingkatkan setelah 2 jam sampai 2 mg / jam jika tidak ada penurunan tekanan darah yang nyata.
    • Pasien dengan berat badan <70 kg atau yang tekanan darah yang tidak stabil: Dosis awal: 0,5 mg / jam. Terapi infus intravena (pembuluh darah) harus dimulai selambat-lambatnya 4 hari setelah perdarahan dan dilanjutkan hingga 10-14 hari. Lanjutkan pasca operasi setidaknya selama 5 hari jika selama pemberian profilaksis sumber perdarahan diobati dengan pembedahan.
    • Sesudah terapi infus, lanjutkan dengan pemberian terapi oral: tablet 6 x 60 mg / hari dengan jarak pemberian tiap 4 jam selama 7 hari berikutnya.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Nimotop

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Nimotop adalah:

  • Hipotensi
  • Frekuensi jantung bervariasi
  • Muka memerah
  • Sakit kepala
  • Gangguan saluran cerna
  • Mual
  • Mudah berkeringat

Overdosis

  • Gejala: penurunan tekanan darah, takikardia/bradikardia (denyut jantung diatas atau dibawah normal), dan (setelah pemberian oral) keluhan saluran pencernaan dan mual.
  • Pengobatan keracunan: Jika terjadi overdosis akut, pengobatan dengan larutan Nimotop untuk infus harus segera dihentikan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat Infark miokard
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap nimodipine

Interaksi Obat

  • Penggunaan obat-obatan untuk infark miokard (obat jantung)
  • Penggunaan obat-obatan inhibitor CYP3A4

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nimotop ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Nimotop terserap kedalam ASI pada konsentrasi yang sama besarnya dengan konsentrasi plasma ibu yang sesuai. Ibu menyusui disarankan untuk tidak menyusui bayinya saat mengonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait