Sukses

Pengertian Nilapur

Nilapur adalah sediaan obat yang mengandung zat aktif Allopurinol, obat ini digunakan untuk membantu mengobati asam urat dan batu ginjal. Nilapur digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien yang menerima kemoterapi kanker. Nilapur bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam urat yang dibuat oleh tubuh, sehingga mengurangi kemungkinan batu ginjal.

Keterangan Nilapur

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hiperurisemia dan Gout
  • Kandungan: Allopurinol 300 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Nicholas Lab Indonesia.

Kegunaan Nilapur

Nilapur digunakan untuk membantu mengobati hiperurisemia (kadar asam urat dalam darah meningkat), gout (nyeri pada persendian), batu ginjal yang baru terjadi, terapi kanker mengakibatkan hiperurisemia.

Dosis & Cara Penggunaan Nilapur

Nilapur termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter dahulu.

  • Dewasa, dosis awal: 100 mg per hari, dosis dapat ditingkatkan tergantung respon.
    Dosis 100-200 mg per hari untuk kondisi ringan.
    Dosis 300-600 mg/hari untuk kondisi sedang - parah.
  • Anak <15 tahun: Dosis 100-300 mg per hari, respon terapi harus dipantau selama 48 jam dan penyesuaian dosis jika diperlukan.
  • Gangguan fungsi ginjal:
    Dosis awal maksimum 100mg per hari, dosis ditingkatkan jika konsentrasi serum asam urat tidak membaik.
  • Gangguan fungsi ginjal berat: dosis maksimal 100 mg per hari.
  • Hemodialisis: Dosis 300-400 mg sesaat setelah hemodialisis.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Efek Samping Nilapur

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Nilapur, antara lain ruam, reaksi hipersensitivitas, mual, muntah, asimtomatik peningkatan uji fungsi hati.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Nilapur pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif atau alergi terhadap Allopurinol.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Nilapur:

  • Dapat menghambat metabolisme mercaptopurinee dan azathioprine; kurangi dosis mercaptopurinee dan azathioprine bila diberikan dengan Allopurinol.
  • Dapat meningkatkan efek warfarin dan antikoagulan kumarin lainnya.
  • Peningkatan toksisitas dengan diuretik thiazide, beberapa antibakteri, antineoplastik lain, siklosporin, beberapa antidiabetik sulfonilurea, teofilin, dan vidarabin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Nilapur ke dalam Kategori C:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya). Belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul pada janin.

Overdosis:

  • Pemberian Nilapur yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, diare, pusing.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan perawatan suportif umum. Pertahankan diuresis optimal melalui hidrasi yang adekuat untuk memfasilitasi ekskresi obat. Tindakan hemodialisis dapat dipertimbangkan jika perlu. Penanganan pasien overdosis harus dibantu oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait