Sukses

Pengertian Nichoflam

Nichoflam adalah obat pereda nyeri yang di produksi oleh Nicholas Lab Indonesia. Obat ini mengandung Diklofenak K yang di indikasikan untuk meredakan nyeri ringan hingga berat, nyeri perut saat haid, nyeri sendi, nyeri pasca operasi. Diklofenak merupakan golongan obat anti inflamasi non steroid yang memiliki sifat analgesik (pereda nyeri), antiinflamasi (anti radang), dan antipiretik (penurun demam), serta bekerja dengan menghambat hormon pembentuk rasa sakit.

Keterangan Nichoflam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Diklofenak K 50 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Nicholas Lab Indonesia
  • Harga: Rp7.000 - Rp20.000/ Strip

Kegunaan Nichoflam

Nichoflam digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga berat, sakit gigi, nyeri perut saat haid, nyeri pasca operasi, nyeri sendi, dan migrain.

Dosis & Cara Penggunaan Nichoflam

Nichoflam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan nichoflam juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 2-3 tablet per hari.
  • Anak Usia > 14 tahun: 1 ½ - 2 tablet per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Nichoflam

Efek samping penggunaan Nichoflam yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipertensi
  • Kelainan fungsi hati (misalnya: Peningkatan hati, transaminase, kadar enzim)
  • Anemia
  • Nyeri dada
  • Penglihatan kabur
  • Mual, muntah, diare, sembelit, pencernaan yang terganggu, perut kembung, sakit perut, gangguan makan
  • Nyeri sendi
  • Osteoarthritis
  • Nyeri punggung, nyeri tungkai, sakit kepala, pusing
  • Insomnia
  • Mengantuk
  • Infeksi saluran kemih
  • Kelainan fungsi ginjal

Overdosis

  • Gejala: Kelesuan, telinga berdenging, sakit kepala, mengantuk, mual, muntah, diare, pusing, perdarahan gastrointestinal, kejang; jarang, reaksi anafilaktoid, hipertensi, depresi pernafasan, gagal ginjal akut, koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap diklofenak atau obat anti inflamasi non steroid lainnya
  • Tidak boleh di berikan pada penderita asma sensitif aspirin, penderita gagal jantung sedang hingga berat, penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit serebrovaskular., Ulserasi gastrointestinal.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko toksisitas hematologis jika di berikan bersamaan dengan zidovudine.
  • Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas jika di berikan bersamaan dengan digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, fenitoin.
  • Meningkatan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan jika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid lain, SSRI.
  • Meningkatkan risiko efek samping terkait CV jika di berikan bersamaan dengan glikosida jantung.
  • Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika di berikan bersamaan dengan inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, tacrolimus.
  • Efek menurun jika di berikan bersamaan dengan colestipol, cholestyramine. Mengurangi efek mifepristone.
  • Meningkatkan konsentrasi plasma puncak jika di berikan bersamaan dengan penghambat CYP2C9 misalnya: vorikonazol.
  • Berpotensi Fatal: Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan jika di berikan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid lain (misalnya: Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya: Warfarin).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nichoflam ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait