Sukses

Pengertian Nicafer

Nicafer adalah obat yang diproduksi oleh PT Ferron Par Pharmaceuticals. Obat ini mengandung nicardipine hydrochloride yang diindikasikan untuk terapi jangka pendek dari tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Obat Nicafer bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah jantung, sehingga meningkatkan pengiriman oksigen miokard pada pasien dengan angina vasospastik.

Artikel Lainnya: Inilah 9 Kebiasaan yang Bikin Risiko Hipertensi Meningkat

Keterangan Nicafer

Sebelum penggunaan, perhatikan keterangan obat Nicafer berikut ini:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Kandungan: Nicardipine hydrochloride 1 mg/ml.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 10 ml.
  • Farmasi: PT Ferron Par Pharmaceuticals.
  • Harga: Rp 35.000 - Rp 57.000/ ampul.

Kegunaan Nicafer

Nicafer digunakan untuk terapi jangka pendek dari tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Artikel Lainnya: Pola Diet Sehat untuk Penderita Hipertensi

Dosis & Cara Penggunaan Nicafer

Nicafer termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

Aturan penggunaan Nicafer secara umum adalah:

  • Dosis awal: 3-5 mg per jam melalui infus selama 15 menit. Dosis dapat disesuaikan. 
  • Setelah hasil tercapai, dosis bisa dikurangi menjadi 2-4 mg per jam. Dosis maksimal adalah 15 mg per jam.

Cara Penyimpanan Nicafer

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping Nicafer

Sejumlah efek samping yang bisa timbul akibat penggunaan obat ini, yaitu:

  • Edema pedal (cairan berkumpul di kaki bagian atas dan bawah).
  • Takikardia (detak jantung cepat).
  • Hipotensi (tekanan darah rendah).
  • EKG abnormal.
  • Jantung berdebar.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Badan lemas.
  • Parestesia (kesemutan).
  • Mengantuk.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sembelit.
  • Dispepsia.
  • Mulut kering.
  • Ruam kulit.
  • Peningkatan frekuensi urine.

Overdosis

Gejala overdosis obat Nicafer adalah sebagai berikut:

  • Hipotensi.
  • Bradikardia (denyut jantung kurang dari normal).
  • Jantung berdebar.
  • Kemerahan.
  • Kebingungan.
  • Bicara cadel.
  • Mengantuk.

Bila terjadi overdosis, bawa segera pasien ke dokter. 

Artikel Lainnya: Daftar Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai

Kontraindikasi

Penggunaan Nicafer perlu dihindari pada orang dengan kondisi berikut:

  • Stenosis aorta.
  • Angina yang tak stabil.
  • Syok kardiogenik.
  • Serangan angina yang akut.

Interaksi Obat

Obat Nicafer tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Beta-blockers, dapat memperparah gagal jantung.
  • Golongan obat penginduksi enzim CYP3A4, dapat mengubah kadar serum.
  • Siklosporin, takrolimus, dan digoksin, dapat menaikkan kadar serum.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada binatang memperlihatkan adanya efek yang merugikan pada janin. Belum ada penelitian yang cukup baik pada wanita hamil. Obat diberikan hanya jika manfaatnya lebih besar daripada risiko.

Peringatan Menyusui

Belum diketahui apakah obat diekskresikan melalui air susu. Karena itu, wanita menyusui tidak disarankan untuk menggunakan Nicafer.

 

Artikel
    Penyakit Terkait