Sukses

Pengertian Neurolin

Neurolin adalah salah satu nama dagang dari sediaan tablet dan injeksi yang mengandung citicoline, obat ini diproduksi oleh Pratapa Nirmala. Perbedaan sediaan bertujuan untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan mengurangi rasa tidak enak pada obat.

Neurolin digunakan untuk mengobati penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya, luka di kepala, penyakit serebrovaskular, seperti stroke, hilang ingatan karena faktor usia, Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD (sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian ), Penyakit Parkinson (degenerasi sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh yang menyebabkan terjadinya getaran pada tubuh) dan glukoma (penyakit mata dimana tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi dan mengandung gula, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak).

Keterangan Neurolin

  1. Neurolin Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Vasodilator Periferal dan Aktivator Serebral / Nootropik dan Neurotonik / Neurotropika.
    • Kandungan: Citicoline 500 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Pratama Nirmala.
    • Harga: Rp110.000 - Rp177.000/ Strip
  2. Neurolin Injeksi:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Vasodilator Periferal dan Aktivator Serebral / Nootropik dan Neurotonik / Neurotropika.
    • Kandungan: Citicoline 125 mg/mL
    • Bentuk: Cairan.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2mL dan 4 mL.
    • Farmasi: Pratama Nirmala.
    • Harga: Rp65.000 - Rp100.000/ Ampul

Kegunaan Neurolin

Neurolin digunakan untuk mengobati beberapa kondisi berikut:

  1. Trauma kepala.
  2. Stroke.
  3. Pikun akibat usia.
  4. Penyakit Parkinson (tangan dan kaki gemetar di luar kendali).
  5. ADHD (sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian
  6. Glaukoma (tekanan cairan dalam bola mata menjadi terlalu tinggi, sehingga merusak serat lembut saraf optik yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak ).
  7. Demensia (perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi dengan orang lain).
  8. Alzheimer (sel-sel saraf dalam otak mati, sehingga sinyal sinyal otak sulit di transmisikan dengan baik).

Dosis & Cara Penggunaan Neurolin

Neurolin Injeksi merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan neurolin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan neurolin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Neurolin Injeksi
    • Tidak sadar karena cedera kepala atau otak operasi: diberikan dosis 500 mg melalui infus atau injeksi intravena (pembuluh darah) sebanyak 1-2 kali sehari.
    • Tidak sadar di akut otak infark: dosis 1.000 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) sebanyak sekali sehari secara terus menerus selama 2 minggu.
    • Hemiplegia pasca-apoplektik: dosis 1.000 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) sebanyak sekali sehari secara terus menerus selama 4 minggu. Lanjutkan pengobatan untuk tambahan 4 minggu.

Cara Penggunaan Neurolin Tablet adalah sebagai berikut:

  1. Neurolin Tablet
    • Dosis: diberikan 1000 perhari dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Neurolin

Efek samping penggunaan Neurolin yang mungkin terjadi adalah:

  1. Ruam
  2. Insomnia
  3. Sakit kepala
  4. Pusing
  5. Kejang
  6. Mual
  7. Gangguan makan
  8. Kelainan tes fungsi hati
  9. Badan lemas
  10. Tekanan darah rendah atau hipotensi.
  11. Tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Neurolin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipertonia (kondisi abnormal dari kekuatan otot dan berkurangnya kemampuan otot untuk berkontraksi)

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan secara bersamaan dengan levodopa.

Artikel
    Penyakit Terkait