Sukses

Pengertian Neurobat A

Neurobat A adalah salah satu sediaan tablet yang diproduksi oleh Interbat. Neurobat A merupakan multivitamin yang mengandung vitamin B complex dan Methampyrone. Neurobat A digunakan untuk mengobati neuritis (kondisi saraf perifer yang meradang), neuralgia (gangguan rasa sakit yang disebabkan oleh masalah pada sinyal saraf di sistem saraf), sakit pinggang, iskialgia (rasa sakit yang dimulai pada punggung bawah dan menjalar ke tungkai dan kadang-kadang hingga sampai ke kaki).

Keterangan Neurobat A

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Non-Steroid Anti Infamasi (NSAID).
  • Kandungan: Methampyrone 250 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 100 mg, dan Vitamin B12 100 mcg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Gula.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 4 Kaplet Salut Gula.
  • Farmasi: Interbat.
  • Harga: Rp11.000 - Rp25.000/ Strip

Kegunaan Neurobat A

Neurobat A digunakan untuk mengatasi neuritis, neuralgia, sakit pinggang, iskialgia.

Dosis & Cara Penggunaan Neurobat A

Neurobat A merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Neurobat A juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis: 1-2 kaplet, diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Neurobat A

Efek samping penggunaan Neurobat A yang mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi alergi
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
  • Perdarahan pada saluran pencernaan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Neurobat A pada pasien:

  • Gangguan pendarahan
  • Penderita porfiria (Kelainan darah)

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan klorpromazin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Neurobat A ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait