Sukses

Pengertian Neulin

Neulin merupakan sediaan obat dalam bentuk cairan injeksi yang di produksi oleh Ferron Par Pharmaceuticals Indonesia. Neulin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesadaran pasca trauma di kepala dan gangguan pada otak. Neulin mengandung citicoline sebagai zat aktifnya. Citicoline adalah nukleosida endogen yang terbentuk secara alami yang terlibat dalam biosintesis lesitin. Citicoline meningkatkan sintesis fosfatidilkolin (fosfolipid membran neuron utama) dan meningkatkan produksi asetilkolin. Sehingga meningkatkan aliran darah dan konsumsi oksigen di otak.

Keterangan Neulin

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Vasodilator Periferal dan Aktivator Serebral / Nootropik & Neurotonik / Neurotropika
  • Kandungan : Citicoline
  • Bentuk : Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan : Ampul
  • Kemasan : Dus, 5 Ampul @ 2 ml, Dus, 5 Ampul @ 4ml, Dus, 5 Ampul @ 8 ml,
  • Farmasi : Ferron Par Pharmaceuticals Indonesia

Kegunaan Neulin

Neulin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesadaran pasca trauma di kepala dan gangguan pada otak.

Dosis & Cara Penggunaan Neulin

Neulin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan neulin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan neulin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Gangguan serebrovaskular, Gangguan kognitif, Cedera kepala, penyakit Parkinson (Intramuskular, Intravena)
    Dewasa: 500-1.000 mg setiap hari diberikan melalui injeksi Intramuskular atau injeksi intravena lambat selama 3-5 menit, atau diresapi pada tingkat 40-60 tetes / menit.

Efek Samping Neulin

  • Gangguan makan (Anoreksia), mual.
  • Gangguan jantung: Denyut jantung yang lambat (Bradikardia), meningkatnya kecepatan denyut jantung (takikardia).
  • Gangguan Saluran Cerna (gastrointestinal) : Diare, ketidaknyamanan epigastrium, sakit perut.
  • Gangguan umum dan kondisi situs admin : Kelelahan.
  • Gangguan sistem saraf: Pusing, sakit kepala.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan : Ruam.
  • Gangguan pembuluh darah: Tekanan darah rendah (Hipotensi).

Kontraindikasi:
Meningkatnya ketegangan otot (Hipertonia) sistem saraf parasimpatis.

Interaksi Obat:
Berpotensi meningkatkan efek levodopa.

Artikel
    Penyakit Terkait