Sukses

Pengertian Neripros

Neripros adalah sediaan obat dalam bentuk tablet salut selaput dan larutan atau cairan yang diproduksi oleh Pharos Indonesia. Neripros digunakan untuk penderita penyakit gangguan mental (Skizofrenia) akut dan kronik. Neripros juga dapat mengobati gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan depresi. Obat ini membantu pasien untuk berpikir jernih dan beraktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari. Neripros mengandung zat aktif Risperidone.

Keterangan Neripros

  1. Neripros Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antipsikotik
    • Kandungan: Risperidone 1 mg; Risperidone 2 mg; Risperidone 3 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Selaput 
    • Satuan Penjualan: Strip 
    • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Pharos Indonesia
    • Harga Neripros 1 mg: Rp40.000 - Rp60.000/ Strip
    • Harga Neripros 2 mg: Rp65.000 - Rp85.000/ Strip
    • Harga Neripros 3 mg: Rp100.000 - Rp120.000/ Strip
  2. Neripros Larutan
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antipsikotik
    • Kandungan: Risperidone  1 mg/ml
    • Bentuk: Cairan
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 30 ml.
    • Farmasi: Pharos Indonesia
    • Harga: Rp200.000 - Rp300.000/ Botol

Kegunaan Neripros

Neripros digunakan untuk penderita penyakit gangguan mental (Skizofrenia) akut dan kronik. Neripros juga dapat mengobati gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan depresi.

Dosis & Cara Penggunaan Neripros

Neripros merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Dewasa: diberikan dosis 2-4 mg / hari.
  • Lanjut usia, penderita penyakit ginjal atau hati: dosis awal: dosis 0,5 mg diminum 2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 1-2 g diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius.

Efek Samping Neripros

Efek samping penggunaan Neripros yang mungkin terjadi adalah:

  • Perasaan seperti jengkel, kesal, atau gelisah (agitasi)
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Kecemasan
  • Sakit kepala
  • Ketidaknyamanan pada perut, seperti kembung dan nyeri (dispepsia), mual dan muntah, sakit perut, sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Disfungsi seksual
  • Ruam dan reaksi alergi lainnya
  • Kantuk
  • Meningkatnya kecepatan denyut jantung (takikardia)
  • Peningkatan berat badan, edema
  • Peningkatan nilai enzim hati

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan penyakit Cerebral palsy (CV) yang diketahui (misalnya riwayat MI atau iskemia, gagal jantung, kelainan konduksi), penyakit serebrovaskular, kondisi yang akan menjadi predisposisi hipotensi (misalnya dehidrasi, hipovolemia), sindrom parkinsonian atau demensia, riwayat kejang atau kondisi lain yang berpotensi menurunkan ambang kejang, hiperprolaktinemia yang sudah ada sebelumnya, kemungkinan tumor yang tergantung prolaktin,
  • Gangguan hati atau ginjal
  • Lansia dengan halusinasi (psikosis) terkait perubahan pada pasien dalam cara berpikir dan berinteraksi (demensia)
  • Kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat 

  • Obat yang bekerja secara sentral
  • Levodopa
  • Agonis dopamin lain

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan neripros ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait