Sukses

Pengertian Nerilon

Nerilon adalah sediaan krim yang mengandung Diflucortolone valerate. Nerilon digunakan untuk meredakan peradangan dari dermatosis (peradangan pada jaringan kulit) yang peka terhadap kortikosteroid pada keadaan tanpa infeksi. Nerilon atau Diflucortolone merupakan glukokortikoid yang memiliki sifat antiinflamasi atau antiperadangan, antipiretik atau golongan obat yang dapat meredakan demam, dan vasokonstriktif. Nerilon atau Diflucortolone bekerja dengan cara menginduksi protein penghambat fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas mediator inflamasi kimiawi endogen. Hindari Nerilon Krim daerah kontak dengan mata.

Keterangan Nerilon

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikostroid Topikal.
  • Kandungan: Diflucortolone valerate 1 %.
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 Gram.
  • Farmasi: Interbat PT
  • Harga: Rp40.000 - Rp100.000/ Tube

Kegunaan Nerilon

Nerilon digunakan untuk meredakan peradangan dermatosis yang peka terhadap kortikosteroid pada keadaan tanpa infeksi.

Dosis & Cara Penggunaan Nerilon

Nerilon termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter:

Dewasa: Oleskan tipis-tipis sebanyak 2 kali sehari. Durasi maksimum: 4 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius.

Efek Samping Nerilon

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Nerilon Krim, yaitu:

  • Signifikan: Infeksi sekunder, dermatitis kontak. Jarang, penekanan adrenal, sindrom Cushing.
  • Iritasi, terbakar, penipisan kulit, perubahan warna, reaksi alergi pada kulit.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Nerilon Krim pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Acne vulgaris atau jerawat yang meradang.
  • Infeksi virus, infeksi kulit akibat bakteri atau jamur, reaksi kulit pasca vaksinasi, rosacea, dermatitis perioral.
  • Anak usia < 5 tahun
Artikel
    Penyakit Terkait