Sukses

Pengertian Neosma

Neosma adalah obat yang di produksi oleh IFARS dan mengandung Terbutaline sulfate. Neosma diindikasikan untuk bronkodilator (memperlebar bronkus) pada asma bronkial, bronkospasme (pengetatan otot-otot yang melapisi) pada bronkitis kronis, emfisema (nafas pendek) & penyakit paru-paru lainnya di mana bronkokonstriksi (suatu kondisi di mana otot-otot polos dari bronkus berkontraksi) merupakan faktor penyulit. Neosma bekerja dengan merangsang adenyl cyclase intraseluler, enzim yang mengkatalisis konversi ATP menjadi siklik-3 ', 5'-adenosin monofosfat (cAMP) yang mengakibatkan relaksasi otot polos bronkus dan menghambat pelepasan mediator hipersensitifitas langsung dari sel mast.

Keterangan Neosma

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiasmatik dan Sediaan CPOD
  • Kandungan: Terbutaline Sulfate 2.5 mg
  • Bentuk: Kaplet 
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: IFARS
  • Harga: Rp2.700 - Rp7.500/ Strip

Kegunaan Neosma

Neosma digunakan untuk bronkodilator (memperlebar bronkus) pada asma bronkial, bronkospasme (pengetatan otot-otot yang melapisi) pada bronkitis kronis, emfisema (nafas pendek) & penyakit paru-paru lainnya di mana bronkokonstriksi (suatu kondisi di mana otot-otot polos dari bronkus berkontraksi) merupakan faktor penyulit.

Dosis & Cara Penggunaan Neosma

Neosma merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan neosma juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 1-2 kaplet, diminum 2-3 x sehari.
  • Anak usia 12-15 tahun: 1 kaplet 2-3 x sehari, tidak boleh lebih dari 7.5 mg / hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Neosma

Efek samping penggunaan Neosma yang mungkin terjadi adalah:

  • Gelisah
  • Sakit kepala
  • Gemetar
  • Jantung berdebar
  • Berkeringat
  • Mual, muntah
  • Takikardia (detak jantung cepat)
  • Kejang otot
  • Peningkatan enzim hati
  • Vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah)
  • Hipersensitif

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Gangguan fungsi hati berat
  • Tirotoksikosis (kerja dari hormon tiroid berlebihan)
  • Toksemia gravidarum (meningkatnya tekanan darah dan meningkatnya kandungan protein pada urin)

Interaksi Obat
Neosma akan berinteraksi dengan golongan obat β-blockers jika di berikan bersamaan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan neosma ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.


Artikel
    Penyakit Terkait