Sukses

Pengertian Neo Protifed

Neo Protifed adalah obat yang diproduksi oleh Graha Farma dalam bentuk sediaan tablet. Neo Protifed mengandung zat aktif Triprolidine HCl dan Pseudoephedrine HCl yang digunakan untuk mengatasi rinitis alergi, dan hidung tersumbat. Triprolidine HCl berfungsi untuk menekan tanda serta gejala suatu reaksi alergi, seperti hidung berair, tenggorokan gatal, dan ruam. Sedangkan Pseudoephedrine HCl berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat.

Keterangan Neo Protifed

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Triprolidine HCl 2.5 mg, Pseudoephedrine HCl 60 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Graha Farma

Kegunaan Neo Protifed

Neo Protifed digunakan untuk mengatasi rinitis alergi dan hidung tersumbat.

Dosis & Cara Penggunaan Neo Protifed

Neo Protifed termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter.

1 tablet diberikan setiap 4-6 jam. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25°C, lindungi dari cahaya.

Efek Samping Neo Protifed

Efek samping penggunaan Neo Protifed yang mungkin terjadi adalah:

  • Takikardia (detak jantung melebihi 100 kali per menit).
  • Mulut kering, sakit perut, diare, mual.
  • Kelelahan.
  • Arthralgia (nyeri sendi), kelemahan.
  • Pusing, kantuk, kegembiraan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Neo Protifed pada pasien dengan kondisi:

  • Hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat.
  • Pemberian bersamaan atau dalam 14 hari penggunaan golongan obat MAOI.

Interaksi Obat

  • Peningkatan efek farmakologis dengan depresan SSP.
  • Pseudoephedrine: Dapat mengurangi efek farmakologis dari agen antihipertensi yang mengganggu aktivitas simpatis (misalnya: Methyldopa, guanethidine).

Overdosis

  • Gejala overdosis Neo Protifed antara lain mengantuk, lesu, pusing, ataksia, kelemahan, kesulitan berkemih, kulit kering, takikardia, hipertensi, demam tinggi, hiperaktif, mudah marah, kejang, kejang dan depresi pernapasan.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif (oleh tenaga medis). Dapat melakukan bilas lambung hingga 3 jam setelah konsumsi. Diuresis asam atau dialisis dapat membantu dalam eliminasi pseudoefedrin.
Artikel
    Penyakit Terkait