Obat Gangguan Darah

Nefrofer

Klikdokter, 25 Mar 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Nefrofer digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi besi pada pasien dengan hemodialisis kronik yang mendapatkan terapi epoetin.

Pengertian

Nefrofer merupakan obat anemia dalam bentuk injeksi dan digunakan pada kasus tertentu seperti hemodiliasis kronik dan pasien yang mendapat terapi eritropoietin.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Vitamin dan Mineral.
  • Kandungan: Fe sucrose 20 mg/ml.
  • Bentuk: Ampul.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 1 Blister @ 5 Ampul @ 5 mL + 5 Filter Needle
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Nefrofer digunakan untuk pengobatan anemia defisiensi besi pada pasien dengan hemodialisis kronik yang mendapatkan terapi epoetin.

Dosis & Cara Penggunaan

Nefrofer merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Penggunaan Nefrofer injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dosis kumulatif total harus sebanding dengan defisit Fe total dalam tubuh dan ditentukan melalui perhitungan berdasarkan kadar Hb dan berat badan. Untuk pasien dewasa dan usia lanjut yaitu 3 x seminggu 10 mg.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain sakit kepala, demam, nyeri, tidak enak badan, rasa lelah, malaise, hipotensi, nyeri dada, hipertensi, hipervolemia, mual, muntah, nyeri abdomen, peningkatan enzim hati, pusing, kram tungkai, nyeri muskuloskeletal, dispnea, pneumonia, batuk, pruritus, dan reaksi di tempat injeksi.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nefrofer ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).