Sukses

Pengertian Natrilix SR

Natrilix SR adalah sediaan obat dalam bentuk tablet lepas lambat yang di produksi oleh Darya Varia Laboratoria Tbk Indonesia. Natrilix SR digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Natrilix SR juga dapat digunakan untuk mengurangi kadar garam dan cairan berlebih dalam tubuh (edema/pembengkakan) yang disebabkan oleh masalah jantung (gagal jantung kongestif). Setiap tablet Natrilix SR mengandung Indapamide yang bekerja dengan cara mengeluarkan kadar air dan garam berlebih, sehingga akan mengeluarkan urin lebih banyak dan darah dapat lebih mudah mengalir. Dengan adanya aliran darah yang mudah mengalir dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kerja jantung saat memompa darah.

Keterangan Natrilix SR

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diuretik
  • Kandungan: Indapamide 1.5 mg
  • Bentuk: Tablet Lepas Lambat
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Lepas Lambat
  • Farmasi: Darya Varia Laboratoria Tbk Indonesia
  • Harga: Rp88.000 - Rp200.000/ Strip

Kegunaan Natrilix SR

Natrilix SR digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Natrilix SR juga dapat digunakan untuk mengurangi kadar garam dan cairan berlebih dalam tubuh (edema/pembengkakan) yang disebabkan oleh masalah jantung (gagal jantung kongestif).

Dosis & Cara Penggunaan Natrilix SR

Natrilix SR merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Natrilix SR juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis: 1 tablet per hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Natrilix SR

Efek samping penggunaan Natrilix SR yang mungkin terjadi adalah:

  • Kekurangan Kalium (Hipokalemia)
  • Kelelahan
  • Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba saat berubah posisi dari telentang ke posisi duduk atau tegak (hipotensi ortostatik)
  • Gejala alergi
  • Peningkatan enzim hati
  • Kelainan darah (diskrasia darah)
  • Gangguan elektrolit (hiponatremia)
  • Keadaan darah dalam keadaan basa (alkalosis metabolik)
  • Kadar gula dalam darah yang berlebihan (hiperglikemia)

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, lemas, gangguan saluran cerna, deplesi elektrolit (misalnya hiponatremia, hipokalemia), hipotensi, kram, vertigo, mengantuk, kebingungan, poliuria (sering buang air kecil) atau oliguria (jumlah urin yang keluar sedikit) yang menyebabkan anuria (tidak mampu memproduksi urine akibat terjadi gangguan ginjal).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi 
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap indapamide atau sulfonamides
  • Gagal hati atau ginjal berat
  • Ensefalopati hati
  • Hipokalemia

Interaksi Obat 
Hindari penggunaan Natrilix SR bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • ACE Inhibitor
  • Litium
  • Obat-obatan non-aritmia yang menyebabkan aritmia gelombang pecah (astemizol, bepridil, erythromycin IV, halofantrine, pentamidine, sultopride, terfenadine, vincamine)
  • Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID)
  • Antihistamin
  • Antijamur
  • Glikosida jantung
  • Estrogen dan progestogen

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Natrilix SR ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Natrilix SR terserap kedalam ASI atau tidak. Hindari penggunaan pada ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait