Sukses

Pengertian Nasonex

Nasonex mengandung Mometason furoate. Nasonex merupakan obat yang digunakan dengan cara disemprotkan yang juga digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti pembengkakan pada kulit, alergi, dan ruam kulit. Nasonex mengandung Mometason furoate yang berfungsi untuk menurunkan pembengkakan (inflamasi), gatal-gatal dan kemerahan.

Keterangan Nasonex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Topikal Kortikosteroid
  • Kandungan: Mometason furoate 0.05 %
  • Bentuk: Spray
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol Plastik @ Dosis 60; Botol Plastik @ Dosis 140
  • Farmasi: Merck Sharp Dohme Pharma.

Kegunaan Nasonex

Nasonex digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti pembengkakan pada kulit, alergi dan ruam kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Nasonex

Nasonex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan nasonex juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan nasonex injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Mengatasi gejala rinitis alergi:
    Dewasa: Semprotkan larutan 0,05%, sebanyak 0,1 mg, sekali sehari. Dapat ditambah menjadi 0,2 mg sekali sehari jika diperlukan.
    Anak usia 3-11 tahun: Semprotkan larutan 0,05%, sebanyak 0,05 mg, sekali sehari.
  • Mengobati polip hidung:
    Dewasa: Semprotkan sebanyak 0,1 mg, sekali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari, setelah 5-6 minggu.

Efek Samping Nasonex

  1. Sakit kepala
  2. Infeksi saluran pernapasan bagian atas
  3. Sakit perut
  4. Mual
  5. Sakit maag
  6. Nyeri haid
  7. Nyeri otot dan sendi
  8. Nyeri punggung
  9. Penurunan kekebalan tubuh


Kontraindikasi:

Anak dibawah 4 tahun, Osteoporosis, dan kekurangan vitamin D.

Interaksi Obat:
Ketoconazole dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping mometasone furoate.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nasonex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait