Sukses

Pengertian Nasamol

Nasamol merupakan obat yang di produksi oleh Nicholas Lab Indonesia. Obat ini mengandung paracetamol yang diindikasikan untuk meringankan rasa sakit dan demam ringan hingga sedang. Mekanisme kerja obat ini adalah Paracetamol bekerja sebagai analgesik dengan penyumbatan perifer pada generasi impuls nyeri. Sehingga menghasilkan antipyresis dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus. Aktivitas anti-inflamasi yang lemah terkait dengan penghambatan sintesis prostaglandin di SSP.

Keterangan Nasamol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgetik Non Opioid
  • Bentuk: Tablet
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Nicholas Lab Indonesia

Kegunaan Nasamol

Nasamol digunakan untuk meringankan rasa sakit dan demam ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan Nasamol

  • Setelah Imunisasi
    Anak: 2-3 bulan 60 mg sebagai dosis tunggal. Dapat memberikan dosis kedua setelah 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal: 4 dosis setiap hari.
  • Demam, Nyeri Ringan Hingga Sedang
    • Dewasa: 0.5-1 g 4-6 setiap jam. Maksimal: 4 g setiap hari.
    • Anak: 1-2 bulan 30-60 mg 8 setiap jam. Maksimal: 60 mg / kg / hari.

Efek Samping Nasamol

  • Signifikan: Trombositopenia (kadar trombosit darah rendah), leukopenia (jumlah sel darah putih rendah), neutropenia (jmlah neutropil darah rendah), pansitopenia (penurunan jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit), methaemoglobinaemia (kadar methemoglobin (metHb) yang lebih tinggi dari normal), agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit), angioedema (pembengkakan dibawah kulit), nyeri.
  • Gangguan pencernaan: Mual, muntah, sembelit.
  • Gangguan sistem saraf: Sakit kepala.
  • Gangguan kejiwaan: Insomnia.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Eritema (peradangan pada jjaringan kulit, pembilasan, pruritus (gatal).

Kontraindikasi:
Hipersensitif (reaksi berlebih atau sangat sensitif) terhadap paracetamol.

Interaksi Obat:
Penyerapan berkurang jika dikonsumsi bersamaan dengan colestyramine. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya. Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon). Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang. Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone. Meningkatkan konsentrasi serum dengan probenesid. Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan nasamol ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait