Sukses

Pengertian Nasaflam

Nasaflam adalah obat berbentuk tablet salut enterik. Obat ini memiliki kandungan ketoprofen yang berguna untuk menangani nyeri dan peradangan, yang terkait dengan gangguan sendi, nyeri pascaoperasi, nyeri ringan sampai sedang, serta dismenore.

Keterangan Nasaflam

Sebelum digunakan, bacalah beberapa keterangan obat Nasaflam berikut ini:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid.
  • Bentuk: Tablet Salut Enterik.
  • Kandungan: Ketoprofen 50 mg; Ketoprofen 100 mg.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 10 Tablet Salut Enterik.
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.
  • Harga: Rp. 7.500 - Rp. 20.000/ Strip.

Kegunaan Nasaflam

Nasaflam digunakan untuk menangani nyeri dan peradangan yang terkait dengan gangguan sendi, radang sendi, osteoartritis, ankylosing spondylitis, tendinitis, nyeri pasca operasi, nyeri ringan sampai sedang, serta dismenore.

Artikel Lainnya: Cegah Risiko Rheumatoid Artritis pada Wanita dengan Olahraga

Dosis & Cara Penggunaan Nasaflam

Nasaflam tergolong obat keras. Jadi, obat ini hanya dapat dibeli melalui resep dokter. 

Penggunaan Nasaflam injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis. Secara umum, aturan penggunaan obat ini adalah sebagai berikut:

  1. Ankylosing spondylitis, bursitis, osteoartritis, nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan gangguan sendi, nyeri pascaoperasi, artritis reumatoid, tendinitis
  • Dewasa: Tablet lepas lambat: 100-200 mg, 1 kali per hari. Dosis maksimal adalah 200 mg per hari.
  • Lansia: Berikan dosis awal dengan durasi yang sesingkat mungkin. 
  1. Dismenore, nyeri ringan sampai sedang
  • Dewasa: Tablet lepas lambat: 100-200 mg, 1 kali per hari. 
  • Lansia: Berikan dosis awal dengan durasi yang sesingkat mungkin. 

Cara Penyimpanan Nasaflam

Simpan pada suhu kurang dari 25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Jangan Sepelekan, Artritis Bisa Menyerang Semua Usia

Efek Samping Nasaflam

Efek samping signifikan yang dapat terjadi setelah menggunakan obat Nasaflam, antara lain:

  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Retensi cairan.
  • Hiperkalemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Anemia.
  • Trombositopenia.
  • Gangguan ginjal.
  • Kelainan fungsi hati.
  • Fotosensitifitas.

Selain itu, beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi, yakni:

  • Gagal jantung.
  • Tinnitus.
  • Nyeri lambung.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Perut kembung.
  • Mulut kering.
  • Diare.
  • Urtikaria.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Hipertensi.

Sementara itu, efek samping obat Nasaflam yang berpotensi fatal, di antaranya:

  • Reaksi anafilaksis (reaksi alergi berat).
  • Serangan jantung.
  • Stroke.
  • Perdarahan saluran pencernaan.
  • Bronkospam.

Terdapat pula efek samping yang jarang terjadi, yaitu hepatotoksisitas.

Artikel Lainnya: Tekan Gejala Reumatoid Artritis dengan Diet Plant-Based

Overdosis

Gejala overdosis Nasaflam yang dapat terjadi, antara lain:

Apabila pasien mengalami overdosis, segera bawa ke rumah sakit untuk ditangani oleh tenaga medis. 

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Nasaflam apabila pasien memiliki beberapa kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Riwayat perdarahan gastrointestinal yang berhubungan dengan obat antiinflamasi nonsteroid.
  • Asma yang peka terhadap aspirin.
  • Ulserasi gastrointestinal.
  • Gagal jantung berat.
  • Dispepsia kronis.
  • Perdarahan.
  • Perubahan kulit patologis (misalnya, dermatosis, eksim, lesi kulit yang terinfeksi atau luka terbuka).
  • Riwayat reaksi fotosensitivitas.
  • Gangguan ginjal dan hati berat.

Artikel Lainnya: Waspadai Penyakit Dibalik Nyeri Haid Tidak Normal (Dismenorea Sekunder)

Interaksi Obat

Obat Nasaflam sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan jenis-jenis obat di bawah ini:

  • Lithium.
  • Digoksin.
  • Antiinflamasi nonsteroid.
  • Antikoagulan.
  • Kortikosteroid.
  • SSRI.
  • ACE Inhibitor.
  • Diuretik.
  • Heparin.
  • Siklosporin.

Kategori Kehamilan

Kategori C. Peneliti telah melakukan telaah pada hewan, yang menunjukkan bahwa obat ini berakibat buruk terhadap janin. Namun, penelitian pada janin manusia masih kurang memadai. 

Peringatan Menyusui

Tidak diketahui apakah obat Nasaflam dapat terserap ke dalam ASI. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait