Sukses

Pengertian Naprex

Naprex mengandung komposisi paracetamol yang termasuk dalam golongan obat Analgetik dan Antipiretik. Naprex dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit perut, sakit setelah pasca kecelakaan dan untuk menurunkan demam. Paracetamol dapat bekerja dengan cara menurunkan produksi zat prostaglandin yang memicu terjadinya peradangan, demam, dan rasa nyeri sehingga rasa sakit dan demam berkurang.

Keterangan Naprex

  1. Naprex Drop
    • Golongan: Obat Bebas.
    • Kelas Terapi: Obat Antipiretik dan Analgetik.
    • Kandungan: per 0.6 mL mengandung paracetamol 60 mg
    • Bentuk: Drop.
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol tetes @ 15 mL.
    • Farmasi: Darya Varia Lab
  2. Naprex Suspensi
    • Golongan: Obat Bebas.
    • Kelas Terapi: Obat Antipiretik dan Analgetik.
    • Kandungan: Per 5 mL mengandung Paracetamol 250 mg
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: Darya Varia Lab.

Kegunaan Naprex

Naprex dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit seperti sakit kepala, sakit perut, sakit gigi, sakit setelah pasca kecelakaan, mengatasi peradangan dan untuk menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Naprex

Aturan penggunaan Naprex Suspensi:
Anak usia 3-6 tahun: 3-4x Sehari 1 sendok atakar (5 mL).
Anak usia 6-12 tahun: 3-4x Sehari 1-2 sendok takar (5 mL-10 mL).
Anak > 12 tahun: 3-4x Sehari 1-2 sendok makan (15 mL- 30 mL).

Aturan penggunaan Naprex Drop:
Anak usia < 1 tahun : 3-4 x sehari 0.6 ml .
Anak usia 1-2 tahun : 3-4 x sehari 0.6-1.2 mL.

Efek Samping Naprex

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi naprex adalah:
- Dapat menurunkan tekanan darah
- Menimbulkan alergi pada kulit
- Detak jantung menjadi cepat
- Dapat terjadi ruam pada kulit
- Kerusakan pada hati.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap paracetamol

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Naprex ke dalam Kategori B:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait