Sukses

Pengertian

Nalgestan mengandung Fenilpropanolamin HCl dan chlorpheniramine maleate. Nalgestan merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, masuk angin, alergi, dan sinusitis (peradangan pada dinding sinus). Fenilpropanolamin HCl bekerja untuk meredakan hidung tersumbat. Chlorpheniramine maleate berfungsi untuk meredakan gejala alergi dan dapat menyebabkan kantuk.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan: Phenylpropanolamine HCl 15 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 4 Tablet
  • Farmasi: Darya Varia Laboratoria

Kegunaan

Nalgestan digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, masuk angin, alergi, dan sinusitis.

Dosis dan Cara Penggunaan

Nalgestan termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter.

1 tablet, diminum 3-4 kali sehari.

Efek Samping

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Kesulitan berkemih
  • Kelemahan otot
  • Gemetar
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)
  • Penglihatan kabur
  • Tinitus (berbunyi denging pada telinga)
  • Mulut kering
  • Sesak dada
  • Berkeringat
  • Haus
  • Anoreksia (gangguan makan)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Nalgestan pada pasien:

  • Penderita hipertiroidisme
  • Penderita hipertensi
  • Penderita penyakit jantung
  • Penderita glaukoma sudut tertutup
  • Sedang dalam terapi MAOI
  • Penderita penyakit saluran pernapasan bawah
  • Bayi baru lahir atau prematur
  • Menyusui

Interaksi Obat:
Alkohol mempotensiasi rasa kantuk karena chlorpheniramine maleate.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nalgestan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait