Sukses

Pengertian Mycostop

Mycostop merupakan sediaan obat tablet dan kaplet yang diproduksi oleh Galenium Pharmasia Lab. Mycostop diindikasikan sebagai pengobatan infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku.

Obat ini mengatasi infeksi dengan cara menghilangkan gejala seperti gatal, kulit merah, kulit mengelupas, bersisik, dan kuku berubah warna. Obat Mycostop bekerja dengan menghambat pembelahan sel jamur sehingga menghentikan pertumbuhan jamur.

Artikel Lainnya: Anda Mudah Berkeringat? Hati-hati Infeksi Jamur!

Keterangan Mycostop

Bacalah keterangan obat berikut, mulai dari golongan obat hingga harga Mycostop:

1. Mycostop Tablet 250 mg

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antifungi.
  • Kandungan: Griseofulvin 250 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Galenium Pharmasia Lab.
  • Harga: Rp. 30.000 - Rp. 50.000/ Strip.

2. Mycostop Kaplet 500 mg

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antifungi.
  • Kandungan: Griseofulvin 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 30 Kaplet.
  • Farmasi: Galenium Pharmasia Lab.
  • Harga: Rp. 50.000 - Rp. 110.000/ Botol.

Artikel Lainnya: Waspada Infeksi Jamur, Kenali Jenis dan Gejalanya

Kegunaan Mycostop

Mycostop digunakan untuk pasien yang memiliki indikasi dermatofitosis atau penyakit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit dan bulu.

Dosis dan Cara Penggunaan Mycostop

Mycostop adalah obat keras. Pembelian dan penggunaannya harus dengan resep dokter.

Secara umum, aturan penggunaan Mycostop adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: dosis 0.5-1 g per hari, 1 kali per hari atau terbagi.
  • Durasi pengobatan: 2-8 minggu untuk infeksi rambut dan kulit; 6 bulan untuk infeksi kuku; dan ≥12 bulan untuk infeksi kuku jari kaki. Diminum setelah makan.

Cara Penyimpanan Mycostop

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: Mengungkap Efektivitas Vitamin D untuk Atasi Kulit Gatal

Efek Samping Mycostop

Efek samping yang kemungkinan muncul setelah menggunakan Mycostop, yaitu:

  • Ruam kulit.
  • Gangguan gastrointestinal.
  • Mulut kering.
  • Sakit kepala.
  • Kandidiasis oral.
  • Angioedema.
  • Leukopenia.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Mycostop apabila pasien memiliki indikasi sebagai berikut:

  • Hipersensitif atau reaksi berlebih terhadap griseofulvin.
  • Porfiria atau penyakit kelainan genetik dalam pembentukan hemoglobin.
  • Penyakit hati yang berat.
  • Sedang hamil.

Interaksi Obat

Penggunaan Mycostop dengan obat-obatan berikut dapat menimbulkan interaksi obat:

  • Kontrasepsi oral.
  • Obat-obatan penenang.
  • Antikoagulan.
  • Barbiturat.

Kategori Kehamilan

Kategori X: Penelitian pada hewan dan manusia telah memperlihatkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan risiko pada janin. Oleh sebab itu, obat ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil.

Peringatan Menyusui

Tidak diketahui apakah obat Mycostop dapat terserap ke dalam ASI atau tidak; hindari penggunaan pada wanita menyusui karena potensi tumorigenisitas.

Artikel
    Penyakit Terkait