Sukses

Pengertian Mycostop

Mycostop merupakan produk obat dalam sediaan tablet dan kaplet yang diproduksi oleh Galenium Pharmasia Lab. Mycostop mengandung zat aktif Griseofulvin yang diindikasikan sebagai pengobatan infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku. Obat ini mengobati infeksi dengan cara menghilangkan gejala, seperti: gatal, kulit merah, kulit mengelupas, bersisik, dan kuku berubah warna. Mycostop bekerja dengan menghambat pembelahan sel jamur sehingga menghentikan pertumbuhan jamur.

Keterangan Mycostop

  1. Mycostop Tablet 250 mg
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antifungi.
    • Kandungan: Griseofulvin 250 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Galenium Pharmasia Lab.
  2. Mycostop Kaplet 500 mg
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antifungi.
    • Kandungan: Griseofulvin 500 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Galenium Pharmasia Lab.

Kegunaan Mycostop

Mycostop digunakan untuk pasien yang memiliki indikasi dermatophytosis atau penyakit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di kulit dan bulu.

Dosis & Cara Penggunaan Mycostop

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa: di berikan dosis 0.5-1 g / hari, 1 x sehari atau terbagi.
  • Durasi pengobatan: 2-8 minggu (infeksi rambut dan kulit), hingga 6 bulan (infeksi kuku), ≥12 bulan (infeksi kuku jari kaki). Diminum setelah makan.

Efek Samping Mycostop

  • Ruam kulit, dan urtikaria atau biduran.
  • Gangguan Gastrointenstinal.
  • Mulut kering.
  • Perubahan rasa.
  • Sakit kepala.
  • Angioedema (pembengkakan di bawah kulit yang disebabkan oleh reaksi alergi).
  • Leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh).
  • Kandidiasis oral (nfeksi jamur yang disebabkan oleh jenis jamur yaitu Candida albicans).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Mycostop pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif atau reaksi berlebih terhadap griseofulvin. 
  • Porfiria atau penyakit kelainan genetik dalam pembentukan Hemeglobin.
  • Penyakit hati berat, gagal hepatoseluler. Kehamilan.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Mycostop:

  • Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral, fenilbutazon, obat penenang dan hipnotik, dan antikoagulan kumarin.
  • Turunnya penyerapan pencernaan dengan barbiturat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mycostop ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait