Sukses

Pengertian Myco-Z

Myco-Z adalah obat yang mengandung nystatin dan zink oxide. Obat ini diindikasikan untuk mengobati infeksi kulit akibat jamur, ruam popok, dan lesi-lesi kulit lainnya.

Kandungan nystatin pada Myco-Z berguna untuk mengobati infeksi jamur kandida. Nystatin bekerja dengan cara mengganggu permeabilitas ikatan sterol, terutama ergosterol di dalam membran sel jamur.

Sementara itu, zink oxide digunakan untuk mengobati dan mencegah ruam di kulit akibat popok dan iritasi kulit ringan lainnya, misalnya luka bakar, teriris, dan tergores. Kandungan ini bekerja dengan cara membentuk pelindung pada kulit sehingga mencegah iritasi atau kelembapan.

Artikel Lainnya: Inilah Cara Jitu untuk Mencegah Ruam Popok di Pantat Bayi

Keterangan Myco-Z

Perhatikan beberapa keterangan obat Myco-Z berikut ini, mulai dari golongan obat hingga harga Myco-Z:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antifungi dan antiparasin.
  • Kandungan: nystatin 10.000 IU dan zink oxide 200 mg.
  • Bentuk: Salep.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 gram.
  • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia.
  • Harga: Rp. 85.000 - Rp. 140.000/ Tube.

Artikel Lainnya: Waspada Infeksi Jamur, Kenali Jenis dan Gejalanya

Kegunaan Myco-Z

Kegunaan Myco-Z adalah untuk mengobati infeksi jamur kandida, serta mencegah ruam popok.

Dosis & Cara Penggunaan Myco-Z

Myco-Z adalah obat resep. Karena itu, hanya dapat dibeli dan digunakan dengan resep dokter. 

Adapun aturan penggunaan obat ini, yakni dioleskan tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi, 2-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan Myco-Z

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, dan jangan dibekukan.

Artikel Lainnya: Infeksi Jamur di Kulit, Hilangkan dengan Cara Ini

Efek Samping Myco-Z

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Myco-Z, antara lain:

  • Ruam kulit.
  • Kulit kemerahan.
  • Kulit kering.

Kontraindikasi

Myco-Z tidak boleh diberikan kepada orang yang hipersensitif terhadap komposisi dalam produk.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada hewan telah menunjukkan adanya efek buruk pada janin. Namun, belum ada penelitian memadai yang menunjukkan hasil serupa pada janin manusia. 

Artikel
    Penyakit Terkait