Sukses

Pengertian Mupicor

Mupicor merupakan antibiotik topikal dengan bentuk sediaan salep dan krim yang diproduksi oleh Genero Pharmaceuticals. Mupicor mengandung zat aktif Mupirocin yang diindikasikan untuk mengobati infeksi primer dan sekunder, seperti: impertigo (infeksi kulit yang melepuh atau bercak luka pada kulit), luka bakar, luka pasca operasi, dan infeksi akibat luka. Mupirocin bekerja dengan menghambat sintesa bakteri protein dengan mengikat transfer RNA sintesa. Mupirocin merupakan obat yang bersifat bakteriostatik (senyawa antibakteri menjaga kondisi pertumbuhan dan perkembangan bakteri bersifat tetap) dan bakterisidal (antibakteri yan bersifat dapat membunuh bakteri) pada konsentrasi yang tinggi.

Keterangan Mupicor

  1. Mupicor Salep
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal.
    • Kandungan: Mupirocin 2 %.
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 5 Gram.
    • Farmasi: Genero Pharmaceuticals.
  2. Mupicor Krim
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik Topikal.
    • Kandungan: Mupirocin 2 %.
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 5 Gram.
    • Farmasi: Genero Pharmaceuticals.

Kegunaan Mupicor

Mupicor digunakan untuk mengobati infeksi kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Mupicor

Mupicor merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan mupicor juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dioleskan Mupicor krim/salep pada area yang terkena infeksi 3 kali sehari selama 5 - 10 hari.

Efek Samping Mupicor

  • Terasa sensasi terbakar dan menyengat
  • Gatal
  • Nyeri
  • Terdapat ruam pada kulit
  • Kulit kering
  • Infeksi pada kulit dan jaringan bawah kulit (selulitis)
  • Infeksi luka sekunder, biduran (urtikaria), pembengkakan. 

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Mupicor pada pasien yang hipersensitif atau reaksi berlebih terhadap Mupirocin.

Interaksi Obat 
Apabila digunakan bersamaan dengan Kloramfenikol dapat mengganggu atau aksi antibakteri mupirocin dalam sintesis RNA.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mupicor ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait