Sukses

Pengertian Moxigra

Moxigra adalah sediaan obat dalam bentuk kaplet yang diproduksi oleh Graha Farma Indonesia. Moxigra adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi, seperti infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan jaringan lunak. Setiap kaplet Moxigra mengandung zat aktif Amoksisilin Trihydrate 500 mg.

Keterangan Moxigra

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Graha Farma Indonesia.
  • Harga: Rp7.500 - Rp20.000/ Strip

Kegunaan Moxigra

Moxigra digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan jaringan lunak.

Dosis & Cara Penggunaan Moxigra

Moxigra merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Abses gigi: di berikan dosis 3 g, ulangi sekali setelah 8 jam.
  2. Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi: di berikan dosis 3 g, ulangi sekali setelah 10-12 jam.
  3. Penyakit menular seksual (Gonore) tanpa komplikasi: di berikan dosis 3 g sebagai dosis tunggal dengan probenesid 1 g.
  4. Infeksi H.pylori: di berikan dosis 750 mg atau 1.000 mg, 2 kali sehari atau 500 mg dalam kombinasi dengan metronidazole atau klaritromisin dan Partus prematurus imminens (PPI) merupakan adanya kontraksi uterus yang dapat menyebabkan kelahiran prematur pada kehamilan.
  5. Infeksi saluran pernapasan yang parah atau berulang: di berikan dosis 3 g di berikan 2 x sehari
  6. Aktinomikosis, Infeksi saluran empedu, Bronkitis, Endokarditis, Gastroenteritis, Gonore, Infeksi mulut, Otitis media, Radang paru-paru, Gangguan limpa, Demam tifoid dan paratifoid, Infeksi saluran kemih: di berikan dosis 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-875 mg setiap 12 jam.
  7. Profilaksis endokarditis:
    • Dewasa: di berikan dosis 2 g sebagai dosis tunggal, di berikan 1 jam sebelum prosedur bedah.
    • Anak: di berikan dosis 50 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, diminum 1 jam sebelum prosedur pembedahan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya dan kelembaban.

Efek Samping Moxigra

Efek samping penggunaan Moxigra yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis)
  • Hambatan aliran empdu (kolestasis hati)
  • Hepatitis sitolitik akut
  • Anemia
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Jarang: kecemasan, insomnia, kebingungan, kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi.

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, diare, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit; crystalluria yang menyebabkan gagal ginjal (dalam beberapa kasus) dan kejang.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pantau keseimbangan air atau elektrolit. Pertahankan asupan cairan dan diuresis yang adekuat. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amoksisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan.
  • Meningkatkan risiko reaksi alergi jika di berikan bersamaan dengan allopurinol.
  • Kloramfenikol, makrolida, sulfonamid, dan tetrasiklin dapat mengganggu efek bakterisida amoksisilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Moxigra ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Moxigra didistribusikan melalui ASI. Manfaat perkembangan dan kesehatan dari menyusui harus dipertimbangkan bersama dengan kebutuhan klinis ibu untuk terapi dan potensi efek samping pada anak yang disusui dari obat atau dari kondisi ibu yang mendasarinya.

Artikel
    Penyakit Terkait