Sukses

Pengertian Moxibat

Moxibat adalah sediaan obat yang memiliki kandungan zat aktif Moxifloxacin, obat ini digunakan dalam pengobatan infeksi sistemik. Moxibat bekerja dengan cara menghambat replikasi, bakteri transkripsi, perbaikan dan rekombinasi, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Moxibat tersedia dalam bentuk sediaan kaplet, obat ini diproduksi oleh Interbat.

Keterangan Moxibat

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kuinolon
  • Kandungan: Moxifloxacin 400 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 5 Kaplet
  • Farmasi: Interbat.

Kegunaan Moxibat

Moxibat digunakan untuk infeksi bakteri (misalnya, eksaserbasi akut bronkitis kronis, pneumonia), sinusitis bakteri akut, infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit, infeksi intraabdomen, intoleransi terhadap penisilin pada orang dewasa ≥18 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan Moxibat

Moxibat termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran resep dokter.

  • Pneumonia
    Dewasa: 400 mg diminum sekali sehari selama 10 hari.
  • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis
    Dewasa: 400 mg diminum sekali sehari selama 5-10 hari.
  • Sinusitis bakteri akut
    Dewasa: 400 mg diminum sekali sehari selama 7 hari.
  • Penyakit radang panggul
    Dewasa: Dalam kombinasi dengan antibakteri lain dalam kasus ringan hingga sedang: 400 mg diminum sekali sehari selama 14 hari.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit
    Dewasa: 400 mg diminum sekali sehari selama 7-21 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 25°C. Lindungi dari kelembapan.

Efek Samping Moxibat

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Moxibat, antara lain:

  • Mual, muntah, sakit perut.
  • Penyakit kuning.
  • Anemia.
  • Sakit kepala, pusing, susah tidur, kebingungan.
  • Signifikan: Reaksi hipersensitivitas (misalnya Anafilaksis, syok). Superinfeksi, hiperglikemia (berlebihnya kadar gula darah), kolitis pseudomembran atau diare terkait Clostridium difficile, efek Sistem Saraf Pusat (mis. Neuropati perifer, kejang, kecemasan, depresi, delirium, halusinasi), leukopenia, neutropenia, trombositopenia.
    Tinnitus (telinga berdenging).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Moxibat pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Aritmia ventrikel.
  • Bradikardia (denyut jantung melambat).
  • Neuropati perifer.
  • Hipersensitif terhadap moxifloxacin atau golongan quinolon.
  • Riwayat gangguan tendon.
  • Miastenia gravis (penyakit neuromuskuler jangka panjang yang menyebabkan berbagai tingkat kelemahan otot rangka).
  • Gangguan elektrolit.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Moxibat:

  • Mengurangi penyerapan dengan membentuk chelate dengan antasida yang mengandung Al, Mg, Fe, sucralfate dan multivalent kation.
  • Peningkatan risiko bradikardia dengan agen pereduksi kalium (misalnya Loop diuretik).
  • Peningkatan risiko gangguan tendon dengan kortikosteroid.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Moxibat ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis:
Gejala overdosis Moxifloxacin antara lain perpanjangan QT. Jika terjadi overdosis, berikan arang aktif segera setelah penyerapan (oleh tenaga medis). Lakukan pemantauan EKG.

Artikel
    Penyakit Terkait