Sukses

Pengertian Molcin

Molcin adalah obat yang mengandung Moxifloxacin HCl dan tersedia dalam bentuk sediaan kaplet, tetes mata dan infus. Molcin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri. Obat ini termasuk golongan obat yang disebut antibiotik kuinolon yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan Molcin

  1. Molcin Infus
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
    • Kandungan: Moxifloxacin HCl 1.6 mg/ ml.
    • Bentuk: Cairan Infus.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol Infus 250 mL.
    • Farmasi: Ferron Par Pharmaceutical
    • Harga:
  2. Molcin Tetes Mata
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
    • Kandungan: Moxifloxacin HCl 5.5 mg.
    • Bentuk: Cairan Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, 1 Botol @ 3 ml.
    • Farmasi: Ferron Par Pharmaceutical
    • Harga: Rp109.000 - Rp146.000
  3. Molcin Kaplet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon.
    • Kandungan: Moxifloxacin HCl 400 mg.
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Ferron Par Pharmaceutical
    • Harga: 

Kegunaan Molcin

Molcin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Molcin

Molcin merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Molcin Infus
    • Wabah: di berikan dosis 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 10-14 hari.
    • Infeksi intraabdomen yang rumit: di berikan dosis 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 5-14 hari.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit: di berikan dosis 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 7-21 hari.
    • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis: di berikan dosis 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 5 hari.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi
      Dewasa: 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 7 hari.
      Anak: ≥1 tahun Sama dengan dosis orang dewasa.
  2. Molcin Kaplet
    • Pneumonia yang didapat masyarakat: di berikan 1 kaplet sekali sehari selama 10 hari.
    • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis: di berikan 1 kaplet sekali sehari selama 5-10 hari.
    • Sinusitis bakteri akut: di berikan 1 kaplet sekali sehari selama 7 hari.
    • Penyakit radang panggul
      • Dalam kombinasi dengan antibakteri lain dalam kasus ringan hingga sedang: di berikan 1 kaplet sekali sehari selama 14 hari.
    • Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit: 1 kaplet sekali sehari selama 7-21 hari.
  3. Molcin Tetes Mata
    • Dosis: Teteskan 1 tetes Molcin pada mata yang sakit sebanyak 3 kali sehari. Lama terapi: 7 hari.

Dosis penggunaan Molcin juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Molcin

Efek samping penggunaan Molcin yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Nyeri saluran pencernaan
  • Nyeri abdomen
  • Diare
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Insomnia
  • Gatal, ruam
  • Iritasi mata
  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal)
  • Leukopenia (kadar leukosit kurang dari normal)

Overdosis

  • Gejala: perpanjangan interval QT.
  • Penatalaksanaan: Berikan arang aktif segera setelah penyerapan. Lakukan pemantauan EKG. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Molcin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitivitas atau alergi terhadap komponen obat maupun antibiotik kuinolon lainnya.
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Pasien dibawah usia 18 tahun

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Molcin bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Agen pereduksi kalium (misalnya diuretik loop)
  • Kortikosteroid
  • Antasida yang mengandung Al, Mg, Fe, sukralfat dan kation multivalen
  • Antikoagulan warfarin
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko perpanjangan interval QT dengan kelas IA (misalnya quinidine) dan antiaritmia kelas III (misalnya amiodarone), terfenadine, cisapride, eritromisin, antipsikotik (misalnya haloperidol), dan TCA (misalnya amitriptyline).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Molcin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
Penyakit Terkait