Sukses

Pengertian Moladerm

Moladerm adalah salah satu sediaan krim yang mengandung zat aktif Miconazole nitrat dan diproduksi oleh Molax Ayus. Moladerm digunakan untuk membantu mengobati infeksi jamur, seperti kandidiasis (infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida) yang menyerang bagian-bagian tertentu, seperti vagina, mulut, dan kulit. Moladerm bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur.

Keterangan Moladerm

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Topikal Antifungi dan Antiparasit.
  • Kandungan: Miconazole nitrat 2%.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 Gram.
  • Farmasi: Molex Ayus.
  • Harga: Rp6.000 - Rp21.700/ Tube

Kegunaan Moladerm

Moladerm digunakan untuk membantu mengobati infeksi jamur pada kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Moladerm

Cara Penggunaan Moladerm adalah sebagai berikut:

Oleskan tipis-tipis Moladerm krim sebanyak 2-3 kali sehari pada bagian kulit yang membutuhkan. Gunakan hingga sembuh dan ditambahkan 10 hari dari hari sembuh sebagai pencegahan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Moladerm

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Moladerm Krim, yaitu:

  • Iritasi
  • Sensi kulit terbakar
  • Ruam
  • Gatal
  • Maserasi kulit (kondisi kulit yang rusak)
  • Peradangan kulit
  • Hipopigmentasi (kurangnya pigmen melanin pada kulit) 

Overdosis

  • Gejala: iritasi kulit.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Moladerm pada pasien yang hipersensitivitas (reaksi alergi berlebihan) terhadap komponen Moladerm.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Moladerm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait