Sukses

Pengertian Moladerm

Moladerm merupakan salah satu sediaan krim yang mengandung zat aktif Miconazole nitrat, obat ini diproduksi oleh Molax Ayus. Moladerm digunakan untuk membantu mengobati infeksi jamur, seperti: kandidiasis (infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida) yang menyerang bagian-bagian tertentu, seperti vagina, mulut, dan kulit. Moladerm bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan jamur.

Keterangan Moladerm

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Topikal Antifungi dan Antiparasit.
  • Kandungan: Miconazole nitrat 2%.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 10 Gram.
  • Farmasi: Molex Ayus.

Kegunaan Moladerm

Moladerm digunakan untuk membantu mengobati infeksi jamur pada kulit.

Dosis & Cara Penggunaan Moladerm

Dioleskan tipis-tipis pada bagian yang membutuhkan 2-3 kali sehari. Gunakan hingga sembuh dan ditambahkan 10 hari dari hari sembuh sebagai pencegahan.

Efek Samping Moladerm

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Moladerm Krim, yaitu iritasi dan rasa terbakar.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Moladerm pada pasien yang hipersensitivitas (reaksi alergi berlebihan) terhadap komponen Moladerm.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Moladerm:

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat meningkatkan atau memperpanjang efek obat-obatan berikut: Hipoglikemik oral (misalnya sulfonilurea), fenitoin, inhibitor protease HIV (saquinavir), agen antineoplastik (vinca alkaloid, busulfan, docetaxel), blocker saluran Ca (dihydropyridines, verapamil), agen imunosupresif ( siklosporin, tacrolimus, sirolimus), carbamazepine, cilostazol, buspirone, disopyramide, alfentanil, sildenafil, alprazolam, brotizolam, midazolam IV, rifabutin, methylpredetrexonexone, trimetreaminone.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Moladerm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait