Sukses

Pengertian Midazolam

Midazolam adalah obat yang digunakan untuk sedasi (penggunaan obat yang memberikan efek mengantuk) sebelum melakukan prosedur diagnostik dan intervensi terapeutik dengan anestesi lokal, premedikasi (pemberian obat sebelum induksi anesthesia) sebelum operasi, induksi anestesi. Midazolam bekerja dengan cara memperlambat kerja otak dan sistem saraf.

Keterangan Midazolam

  • Golongan: Obat Psikotropika
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif.
  • Kandungan: Midazolam HCl 1 mg; Midazolam HCl 5 mg
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 10 Ampul @ 5 ml dan 3 ml
  • Farmasi: Ethica Industri Farmasi

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Midazolam-Hameln, Anesfar, Hipnoz, Fortanest, Dormicum, Sedacum, Miloz.

Kegunaan Midazolam

Midazolam digunakan sebagai sedasi sebelum melakukan prosedur diagnostik dan intervensi terapeutik dengan anestesi lokal, premedikasi sebelum operasi, induksi anestesi.

Dosis & Cara Penggunaan Midazolam

Midazolam termasuk dalam golongan obat Psikotropika, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai dengan anjuran resep dokter:

  1. Sedasi untuk prosedur bedah gigi dan minor
    • Dosis awal: diberikan dosis 2-2.5 mg pada tingkat 2 mg / menit diberikan 5-10 menit sebelum prosedur, dengan peningkatan 0,5-1 mg pada dengan jarak minimal 2 menit. Dosis total: 2.5-7.5 mg. diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
  2. Sedasi dalam perawatan kritis
    • Dosis awal: 0,03-0,3 mg / kg berat badan, dapat diberikan dengan penambahan 1-2,5 mg pada 2 menit antara setiap dosis.
    • Dosis pemeliharaan: 0,02-0,2 mg / kg berat badan / jam.
    • Pasien dengan hipotermia, hipovolemia atau vasokonstriksi: kurangi atau menghilangkan dosis pemuatan, dan mengurangi dosis pemeliharaan. Dosis diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
  3. Induksi anestesi
    • Dosis total: 150-250 mcg / kg berat badan pada pasien pra-persalinan dan 300-350 mcg / kg berat badan untuk pasien tanpa premedikasi. diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
  4. Sedasi dalam anestesi kombinasi
    • Diberikan dosis 30-100 mcg / kg berat badan melalui injeksi atau 30-100 mcg / kg berat badan/ jam dengan infus. diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah).
  5. Premedikasi sebelum operasi
    • Diberikan dosis 70-100 mcg / kg berat badan, diberikan 20-60 menit sebelum operasi dengan injeksi intramuskular (melalui otot) dalam atau 1-2 mg, disuntikkan 5-30 menit sebelum operasi dengan injeksi intravena (pembuluh darah), diulangi jika diperlukan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 ° C.

Efek Samping Midazolam

Efek samping penggunaan Midazolam yang mungkin terjadi adalah:

  • Depresi SSP
  • Hipotensi
  • Reaksi paradoks (misalnya perilaku hiperaktif atau agresif)
  • Penurunan volume tidal
  • Batuk
  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Mual, muntah; rasa sakit dan reaksi lokal di tempat injeksi
  • Cegukan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Gagal napas berat atau depresi pernapasan akut, glaukoma sudut sempit akut, miastenia gravis, sindrom apnea tidur; gangguan hati berat.
  • Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 poten.

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4 (misalnya: Klaritromisin).
  • Konsentrasi plasma yang menurun dengan induser CYP3A4 (misalnya: Rifampisin).
  • Dapat mempotensiasi aksi depresan SSP lainnya termasuk agonis opiat atau analgesik lainnya, barbiturat atau obat penenang lainnya, anestesi.
  • Berpotensi Fatal: Konsentrasi plasma meningkat secara bermakna dengan inhibitor CYP3A4 yang poten (misalnya: Ketoconazole).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Midazolam ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Pemberian Midazolam yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mengantuk, kebingungan, gangguan koordinasi, berkurangnya refleks, koma, dan perubahan tanda-tanda vital.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan perawatan suportif umum (dibantu oleh tenaga medis profesional). Pertahankan jalan napas paten dan ventilasi dukungan, termasuk pemberian oksigen. Dapat diberikan cairan melalui injeksi intravena atau vasopresor jika penurunan tekanan darah terjadi. Dianjurkan untuk melakukan dekontaminasi saluran pencernaan dengan lavage dan / atau arang aktif. Dapat diberikan flumazenil sebagai penawar racun.

Artikel
    Penyakit Terkait