Sukses

Pengertian Midatro

Midatro adalah salah satu nama dagang dari sediaan cairan inhaler yang mengandung zat aktif Ipratropium Bromide. Ipratropium Bromide digunakan untuk mengendalikan dan mencegah gejala mengi dan sesak napas yang disebabkan oleh penyakit paru yang sedang berlangsung (penyakit paru obstruktif kronik-PPOK yang meliputi bronkitis dan emfisema). Midatro bekerja dengan melemaskan otot-otot di sekitar saluran udara, sehingga pasien bisa bernapas dengan lebih mudah dan mengontrol gejala masalah pernapasan.

Keterangan Midatro

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiasma.
  • Kandungan: Ipratropium Bromide.
  • Bentuk: Cairan Inhaler.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Box, 10 Botol @ 2 mL; Box, 1 Botol @ 4 mL.
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.
  • Harga: -

Kegunaan Midatro

Midatron digunakan untuk mengendalikan dan mencegah gejala mengi dan sesak napas yang disebabkan oleh penyakit paru yang sedang berlangsung.

Dosis & Cara Penggunaan Midatro

Midatron merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Usia lebih 14 tahun: diberikan dosis 0.4-2 mL 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-14 tahun: diberikan dosis 0.4-1 mL 3-4 kali sehari.
  • Semua dosis harus dilarutkan dengan saline fisiologis ke volume akhir 3-4 mL dan nebulisasi. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Midatro

Efek samping penggunaan Midatron yang mungkin terjadi adalah:

  • Konstipasi
  • Diare
  • Muntah
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Peningkatan denyut jantung
  • Batuk
  • Iritasi lokal
  • Kulit kemerahan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Midatron pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap salah satu komponen yang terkandung dalam Midatron.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa obat yang sebaiknya tidak digunakan secara bersamaan dengan Midatron:

  • Obat β-adrenergik
  • Sediaan xantin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Midatron ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait