Sukses

Pengertian Microgynon

Microgynon adalah salah satu sediaan obat berbentuk tablet salut gula yang mengandung Hormon Levonorgestrel, Ethinylestradiol, dan 7 tablet tambahan Laktosa atau plasebo. Levonorgestrel termasuk kedalam hormon progestin yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. Obat ini bekerja dengan cara menangkal pembuahan telur oleh sperma setelah berhubungan seksual. Apabila telur terlanjur terbuahi, maka Levonorgestrel mampu mencegah menempelnya telur pada rahim dengan cara mengubah lapisan organ tersebut. Ethinylestradiol atau Cyproterone termasuk hormon estrogen yang berfungsi memulihkan estrogen dalam tubuh dan memblokir dan mengurangi efek hormon testosteron yang merupakan hormon seks pria. Dari kombinasi obat di atas, maka Microgynon mampu mencegah kehamilan dengan cara mencegah ovulasi, mengubah lendir serviks, dan mengubah lapisan rahim. Penggunaan obat ni harus dengan anjuran dokter.

Keterangan Microgynon

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral.
  • Kandungan: Levonorgestrel 150 mcg,
  • Ethinylestradiol 30 mcg, Laktosa (placebo).
  • Bentuk: Tablet Salut.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @28 Tablet.
  • Farmasi: Bayer Indonesia.
  • Harga: Rp. 14.500 - Rp. 35.000/ Strip

Kegunaan Microgynon

Microgynon digunakan untuk mencegah kehamilan.

Dosis & Cara Penggunaan Microgynon

Microgynon merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dosis: 1 tablet perhari dimulai dari hari pertama menstruasi. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Microgynon

Efek samping penggunaan Microgynon yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri payudara.
  • Mual, muntah.
  • Nyeri perut yang hebat.
  • Nyeri perut.
  • Sakit kepala.
  • Perubahan mental atau suasana perasaan.
  • Perdarahan vagina yang tidak biasa (seperti bercak terus menerus, perdarahan berat tiba-tiba).
  • Urin gelap, mata dan kulit menguning.

Overdosis

  • Gejala: mual dan muntah, perdarahan dapat terjadi pada wanita.
  • Pengobatan: gejala spesifik dan suportif; induksi muntah dan pemberian arang dapat digunakan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Microgynon pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Kehamilan
  • Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
  • Penyakit arteri yang parah (atau riwayat keluarga dengan profil lipid aterogenik)
  • Adenoma hati; porfiria
  • Pasien dengan riwayat kanker payudara
  • Gangguan hatit
  • Trombofloebitis atau gangguan tromboemboli
  • Karsinoma payudara kecuali pada pasien tertentu yang dirawat karena penyakit metastasis
  • Tumor yang bergantung pada estrogen
  • Merokok ≥40 batang setiap hari
  • Usia > 50 tahun
  • Pasien dengan komplikasi diabetes 
  • Pasien dengan BMI> 39 kg / m2
  • Migrain dengan aura fokal tipikal, berlangsung> 72 jam meskipun sudah diobati atau migrain diobati dengan turunan ergot
  • Tekanana darah > 160 mmHg sistolik dan diastolik 100 mmHg
  • Serangan iskemik transien tanpa sakit kepala
  • Penderita SLE; batu empedu; riwayat sindrom uremik hemolitik
  • Gatal-gatal selama kehamilan
  • Penyakit kuning kolestatik
  • Korea atau kemunduran pemfigoid otosklerosis
  • Menyusui selama 6 bulan pertama setelah melahirkan

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Microgynon:

  • Aminoglutethimide.
  • Carbamazepine.
  • Dicoumarol.
  • Hydrocortisone.
  • Phenobarbital.
  • Prednisolone.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Microgynon ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.