Sukses

Pengertian Metisol

Metisol adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif methylprednisolone. Obat ini termasuk dalam golongan kortikosteroid.

Metisol digunakan untuk pasien yang terindikasi alergi, inflamasi (peradangan), dan lainnya. Cara kerja obat golongan ini yaitu dengan menekan sistem imun agar tidak menimbulkan reaksi berlebihan.

Keterangan Metisol

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Hexpharm.
  • Harga: Rp. 10.500 - Rp. 31.500/ Strip.

Artikel Lainnya: Redakan Inflamasi dengan Pilihan Makanan Ini

Kegunaan Metisol

Metisol digunakan untuk pasien yang terindikasi alergi, inflamasi, dan lainnya.

Dosis dan Cara Penggunaan Metisol

Metisol adalah obat keras yang harus dengan resep dokter.

  1. Dosis awal: 4-48 mg setiap hari.
  2. Dosis untuk multiple sclerosis: 160 mg setiap hari untuk beberapa minggu, diikuti oleh 64 mg setiap hari selama 1 bulan.

Cara Penyimpanan Metisol

Simpan pada temperatur 20-25 °C.

Artikel Lainnya: Obat Alergi Dingin sama dengan Obat untuk Mengatasi Alergi Lain?

Efek Samping Metisol

Efek samping berikut dapat timbul selama penggunaan Metisol:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Hipertensi.
  • Halusinasi.
  • Tinnitus (berbunyi denging pada telinga).
  • Mual muntah.
  • Rasa tidak enak pada mulut.
  • Diare.
  • Hidung tersumbat.
  • Jantung berdebar.
  • Bradikardia (denyut jantung lambat).
  • Keringat berlebih.
  • Nyeri dada sementara.
  • Tromboflebitis (peradangan pada pembuluh darah vena).
  • Hematuria (terdapat sel darah merah di dalam urine).
  • Kram kaki.
  • Reaksi alergi.

 

Kontraindikasi

Jangan menggunakan obat ini apabila pasien mempunyai kondisi sebagai berikut:

  • Hipertensi.
  • Eklampsia atau yang sebelumnya tekanan darah tinggi.
  • Penyakit jantung.
  • Obliterative vascular disease.
  • Abortus spontan.
  • Kehamilan.

Artikel Lainnya: Cara Rumahan untuk Redakan Gejala Alergi

Interaksi Obat

Mungkin saja terjadi potensi vasokonstriksi yang berat serta peningkatan kadar serum apabila digunakan bersama dengan penghambat CYP3A4 yang poten, seperti:

  • Ketoconazole.
  • Eritromisin.
  • Ritonavir.
  • Itraconazole.
  • Fluvoxamine.
  • Troleandomycin.
  • Klaritromisin.
  • Indinavir.
  • Nelfinavir.
  • Zileuton.
  • Delavirdine.
  • Vorikonazole.
  • Fluoxetine. 

Kategori Kehamilan

Kategori C: Telaah pada binatang telah memperlihatkan efek samping pada janin. Akan tetapi, belum ada telaah yang memadai pada wanita hamil. Obat hanya dapat digunakan jika manfaatnya lebih banyak ketimbang risiko.

Peringatan Menyusui

Metisol terserap ke dalam ASI. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

 

 

Artikel
    Penyakit Terkait