Sukses

Pengertian Metamizole

Metamizole merupakan sediaan obat dalam bentuk kaplet yang di produksi oleh Promedrahardjo Farmasi Industri Indonesia. Metamizole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri, peradangan, dan demam. Metamizole dapat digunakan pada penderita sakit kepala, nyeri gigi, demam, serta dapat mengurangi rasa sakit. Setiap tablet Metamizole mengandung zat aktif Metamizole Sodium Monohydrate 500 mg. Metamizole ini bekerja dengan cara menghambat prostaglandin dalam menyebabkan reaksi peradangan berupa rasa nyeri, pembengkakan, dan demam.

Keterangan Metamizole

  1. Metamizole Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) & Antipiretik
    • Kandungan: Metamizole Sodium Monohydrate 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Promedrahardjo Farmasi Industri Indonesia; Bernofarm; Pabrik Pharmasi Zenith; Phapros; Berlico Mulia Farma; Pim Pharmaceuticals; Ciubros Farma; Mega Esa Farma; First Medifarma; Triman; Holi Farma; Novapharin; Imfarmind Farmasi Industri; .
  2. Metamizole Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) & Antipiretik
    • Kandungan: Metamizole Sodium Monohydrate 250 mg/ ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 2 ml
    • Farmasi: Phapros.

Kegunaan Metamizole

Metamizole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi nyeri, peradangan, dan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Metamizole

Metamizole merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  1. Metamizole Kaplet
    • Dewasa: 1-2 kaplet, di minum 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet setiap hari. Durasi pengobatan maksimal: 3-5 hari.
    • Anak usia ≥ 3 bulan: Dosis bervariasi berdasarkan berat badan.
      Dosis yang dianjurkan: 8-16 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, dapat diulangi jika perlu, hingga 3 atau 4 kali sehari.
  2. Metamizole Injeksi
    1. Di berikan dosis 1 g hingga 4 kali sehari atau di berikan dosis 2,5 g 2 kali sehari, di berikan melali injeksi intravena (pembuluh darah) atau ntramuskular (melalui otot). Sesuaikan berdasarkan tingkat keparahan. Maksimal: 5 g / hari.

Efek Samping Metamizole

  • Gangguan darah dan sistem limfatik: Jarang, rendahnya sel darah putih (leukopenia).
  • Gangguan jantung: Nyeri dada, gangguan detak jantung (aritmia).
  • Gangguan pencernaan: Mual, muntah, pencernaan yang terganggu, sakit perut.
  • Gangguan umum dan kondisi tempat administrasi: peradangan mukosa, demam, menggigil.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Kelainan genetik (Porfiria).
  • Gangguan sistem saraf: Pusing, vertigo.
  • Gangguan ginjal dan kemih: Urin berwarna merah; jarang, ginjal tidak dapat memproduksi urine(anuria), gagal ginjal akut,
  • Gangguan pernapasan, toraks, dan mediastinum: Sakit tenggorokan, sesak nafas (dyspnoea), bronkospasme.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Peradangan kulit (Eritema), gatal (pruritus), ruam, sensasi terbakar, edema lokal, biduran (urtikaria).

Kontraindikasi
Hindari pemberian obat Metamizole pada penderita:

  • Hipersensitivitas (termasuk rinitis, asma, urtikaria) terhadap metamizole, turunan pirazolon lainnya, nonsteroidal anti-inflammatory drugs(NSAID) lain, analgesik lainnya.
  • Supresi sumsum tulang atau gangguan hematopoietik (misal. Anemia aplastik, agranulositosis, leukopenia)
  • Gangguan hati dan ginjal berat (Intravena/ Intramuscular).
  • Anak-anak usia
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Risiko trombositopenia jika di berikan bersamaan dengan antikoagulan.
  • Risiko hipotermia berat jika di berikan bersamaan dengan fenotiazin lain, klorpromazin.
  • Meningkatkan efek / toksisitas jika di berikan bersamaan dengan Tricyclic antidepressants (TCA (s)), kontrasepsi oral, Monoamine oxidase inhibitors (MAOI (s)), allopurinol.
  • Efek menurun jika di berikan bersamaan dengan barbiturat, glutethimide, phenylbutazone.
  • Meningkatkan efek hematotoksisitas metotreksat.
  • Meningkatkan efek agen antidiabetik oral, sulfonamid, fenitoin.
  • Mengurangi kadar bupropion, siklosporin.
Artikel
    Penyakit Terkait