Sukses

Pengertian Mestamox

Mestamox adalah sediaan obat yang diproduksi oleh Metiska Farma Indonesia. Mestamox digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan jaringan lunak. Mestamox mengandung zat aktif Amoksisilin yang bekerja dengan menghambat biosintesis dinding sel bakteri dan mengakibatkan pecahnya atau rusaknya (lisis) bakteri.

Keterangan Mestamox

  1. Mestamox Kapsul 500 mg
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 500 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: 10 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Metiska Farma Indonesia
    • Harga: Rp. 30.000 - Rp. 60.000/ Strip
  2. Mestamox Sirup 125 mg/ 5 ml
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 125 mg/ 5 ml
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: Metiska Farma Indonesia
    • Harga: Rp. 20.500 - Rp. 37.000/ Botol

Kegunaan Mestamox

Mestamox digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan jaringan lunak.

Dosis & Cara Penggunaan Mestamox

Mestamox merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  1. Abses gigi
    • Dewasa: 3 g, ulangi sekali setelah 8 jam.
  2. Infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi
    • Dewasa: 3 g, ulangi sekali setelah 10-12 jam.
  3. Penyakit menular seksual (Gonore) tanpa komplikasi
    • Dewasa: 3 g sebagai dosis tunggal dengan probenesid 1 g.
  4. Infeksi H.pylori
    • Dewasa: 750 mg atau 1.000 mg, 2 kali sehari atau 500 mg dikombinasikan dengan metronidazole atau klaritromisin dan Partus prematurus imminens (PPI).
  5. Infeksi saluran pernapasan yang parah atau berulang
    • Dewasa: 3 g di berikan 2 x sehari.
  6. Aktinomikosis, Infeksi saluran empedu, Bronkitis, Endokarditis, Gastroenteritis, Gonore, Infeksi mulut, Otitis media, Radang paru-paru, Gangguan limpa, Demam tifoid dan paratifoid, Infeksi saluran kemih
    • Dewasa: 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-875 mg setiap 12 jam.
  7. Profilaksis endokarditis
    • Dewasa: 2 g sebagai dosis tunggal, 1 jam sebelum prosedur bedah.
    • Anak: 50 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, diminum 1 jam sebelum prosedur pembedahan.

Cara Penyimpanan

  • Mestamox Kapsul: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius. Lindungi dari kelembaban dan cahaya.
  • Mestamox Suspensi: Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius atau pada suhu antara 2-8 derajat Celcius. Jangan dibekukan.

Efek Samping Mestamox

Efek samping penggunaan Mestamox yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Reaksi seperti penyakit serum, ruam pustulosis eksantematosa umum
  • Kelainan kulit (pustulosis eksantematosa umum)
  • Peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis)
  • Hambatan aliran empdu (kolestasis hati)
  • Hepatitis sitolitik akut
  • Anemia
  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal)
  • Jarang, agitasi, kecemasan, insomnia, kebingungan, kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, diare, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit; crystalluria yang menyebabkan gagal ginjal (dalam beberapa kasus) dan kejang.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pantau keseimbangan air atau elektrolit. Pertahankan asupan cairan dan diuresis yang adekuat. Dapat dipertimbangkan untuk dilakukan tindakan hemodialisis untuk mengeluarkan obat dari sirkulasi. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amoksisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan.
  • Meningkatkan risiko reaksi alergi jika di berikan bersamaan dengan allopurinol.
  • Tingkat darah meningkat dan berkepanjangan jika di berikan bersamaan dengan probenecid.
  • Kloramfenikol, makrolida, sulfonamid, dan tetrasiklin dapat mengganggu efek bakterisida amoksisilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mestamox ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Data dari studi laktasi klinis yang diterbitkan melaporkan bahwa Mestamox terserap ke dalam ASI dan dapat menyebabkan diare pada bayi yang disusui. Konsultasikan pada dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait