Sukses

Pengertian Mesamol

Mesamol adalah sediaan obat yang diproduksi oleh Mega Esa Farma. Mesamol digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam yang disertai flu dan demam pasca vaksinasi.

Keterangan Mesamol

  1. Mesamol Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Mega Esa Farma.
    • Harga: Rp. 3.100 - Rp. 5.000/ Strip
  2. Mesamol Sirup 
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg/ 5 ml.
    • Bentuk: Sirup .
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 60 ml.
    • Farmasi: Mega Esa Farma
    • Harga: -
  3. Mesamol Drops
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol 100 mg/ ml.
    • Bentuk: Sirup Tetes (Drops) .
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 15 ml.
    • Farmasi: Mega Esa Farma.
    • Harga: Rp. 12.500 - Rp. 25.000/ Botol

Kegunaan Mesamol

Mesamol digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Mesamol

Cara Penggunaan Mesamol adalah sebagai berikut:

  1. Mesamol Kaplet
    • Dewasa atau anak > 12 tahun: 1 tablet, di minum 3 – 4 x sehari.
    • Anak 5 – 12 tahun: ½ tablet, di minum 3 – 4 x sehari.
  2. Mesamol Sirup
    • Anak < 1 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 1-3 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 3-6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 6-12 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), di minum 3-4 x sehari.
    • Dewasa: 3-4 sendok takar (15-20 ml), di minum 3-4 x sehari.
  3. Mesamol Drop
    • Anak usia < 1 tahun: 0.6 ml, di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml, di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 3-6 tahun: 1.2 ml, di minum 3-4 x sehari.
    • Anak 6-12 tahun: 2.4 ml, di minum 3-4 x sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Mesamol

Efek samping penggunaan Mesamol yang mungkin terjadi adalah:

  • Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar.
  • Reaksi hipersensitif (alergi) misalnya, kemerahan, gatal dan mengelupas kulit, pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan danwajah; sariawan, memar, berdarah. 

Overdosis

  • Gejala: Pucat, mual, muntah, gangguan makan, nyeri perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam menelan, kerusakan hati dapat terlihat, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia (kadar gula darah lebih rendah dari normal), hipotensi (tekanan darah rendah), edema serebral, gangguan irama jantung, dan pankreatitis.
  • Penatalaksanaan: Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati
  • Pasien dengan penyakit ginjal dan Infeksi parah
  • Dapat meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik. Tanda-tanda asidosis metabolik: dalam, cepat, kesulitan bernapas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol.

Interaksi Obat

  • Mengurangi penyerapan dengan colestyramine. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang. -Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mesamol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait