Sukses

Pengertian Mertisal

Mertisal adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana Indonesia. Mertisal digunakan untuk mengobati batuk, pilek, flu, dan hidung tersumbat. Setiap tablet Mertisal mengandung Triprolidine HCl 2,5 mg, dan pseudoephedrine HCl 30 mg.

Keterangan Mertisal

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Batuk dan Flu
  • Kandungan: Triprolidine HCl 2,5 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Box, 10 Catch Cover @ 1 Blister @ 10 Tablet
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana Indonesia.
  • Harga: Rp. 100.000 - Rp. 120.000/ Box

Kegunaan Mertisal

Mertisal digunakan untuk mengobati pilek, dan hidung tersumbat.

Dosis & Cara Penggunaan Mertisal

Mertisal merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dewasa dan anak > 12 tahun: 1 tablet, di minum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Mertisal

Efek samping penggunaan Mertisal yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran cerna
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Tremor (gemetar)
  • Meningkatnya kecepatan denyut jantung (takikardia)
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Mulut kering
  • Kondisi jantung berdetak lebih cepat daripada biasanya

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, lesu, pusing, lemas, sulit berkemih, kulit kering, takikardia, hipertensi, demam tinggi, hiperaktif, lekas marah, kejang dan depresi pernapasan.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Dapat dilakukan lavage lambung hingga 3 jam setelah overdosis. Diuresis asam atau dialisis dapat membantu dalam pengeluaran pseudoefedrin dari dalam tubuh.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Mertisal pada penderita:

  • Reaksi berlebih atau alergi (Hipersensitif) terhadap simpatomimetik lain.
  • Sedang menjalani terapi MAOI bersamaan (monoamine oxidase inhibitors/penghambat monoamine oksidase) merupakan salah satu jenis obat dari golongan antidepresan.

Interaksi Obat

  • Tidak boleh di berikan bersamaan dengan golongan obat sympathomimetics (misalnya, dekongestan, Asam trikloroasetat (TCA), penekan nafsu makan dan psikostimulan seperti amfetamin) atau MAOI, bretylium, bethanidine, guanethidine, debrisoquine, methyldopa, α- dan β-adrenergik.
Artikel
    Penyakit Terkait