Sukses

Pengertian Merron

Merron adalah sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Mersifarma Tirmaku Mercusana Indonesia. Merron digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengatasi gejala-gejala vertigo, pusing, bunyi berdenging pada telinga (tinnitus), pergerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus), dan muntah. Merron juga dapat di gunakan untuk terapi suportif untuk gangguan penyakit pembuluh darah di otak (serebrovaskular) termasuk sakit kepala vaskular, gangguan daya ingat dan kesulitan berkonsentrasi. Setiap tablet Merron mengandung zat aktif Cinnarizine 25 mg.

Keterangan Merron

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vasodilator Perifer dan Aktivator Serebral atau Obat Antivertigo
  • Kandungan: Cinnarizine 25 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Dus 5 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana Indonesia
  • Harga: Rp. 13.000 - Rp. 30.000/ Strip

Kegunaan Merron

Merron digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengatasi gejala-gejala vertigo, pusing, bunyi berdenging pada telinga (tinitus), mencegah migrain.

Dosis & Cara Penggunaan Merron

Merron merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan resep dokter.

  • Gangguan sirkulasi otak (serebral): di berikan dosis 3 tablet/hari.
  • Gangguan sirkulasi perifer: di berikan dosis 2-3 tablet, di minum 3 kali sehari
  • Gangguan keseimbangan (ekuilibrium): di berikan dosis 3 tablet/hari.
  • Dosis harian maksimal: 9 tablet perhari.
  • Mabuk Perjalanan
    • Dewasa: di berikan dosis 1 tablet di minum 2 jam sebelum melakukan perjalanan dan ½ tablet tiap 8 jam selama perjalanan.
    • Anak usia 5-12 tahun: di berikan ½ dosis orang dewasa.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Merron

Efek samping penggunaan Merron yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Gangguan saluran pencernaan (gastrointestinal)
  • Gejala ekstrapiramidal (gerakan tak terkendali) terutama pada orang tua

Overdosis

  • Gejala: Perubahan kesadaran mulai dari mengantuk hingga pingsan dan koma, muntah, gejala ekstrapiramidal, hipotonia; kejang (anak kecil).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat dipertimbangkan untuk diberikan arang aktif dalam waktu 1 jam setelah overdosis. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Tidak boleh digunakan pada pasien yang menderita penyakit saraf (Penyakit Parkinson)

Interaksi Obat

  • Meningkatkan efek sedatif jika diberikan bersama dengan alkohol, obat-obat yang menekan sisten saraf pusat (SSP), atau antidepresan trisiklik


Perhatian Khusus 

  • Pemberian bersama dengan alkohol atau obat-obat yg menekan sistem saraf pusat (SSP).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi kendaraan, karena menimbulkan efek mengantuk.
  • Wanita hamil dan menyusui.
Artikel
    Penyakit Terkait