Sukses

Pengertian Meropex

Meropex adalah sediaan obat dalam bentuk serbuk injeksi yang diproduksi oleh Bernofarm Indonesia. Meropex adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi bakteri. Meropex mengandung zat aktif Meropenem, yang merupakan salah satu golongan antibiotik Beta Lactam. Meropex bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri hancur.

Keterangan Meropex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Beta Lactam
  • Kandungan: Meropenem 500 mg; Meropenem 1 gram
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 500 mg; Vial @ 1 g
  • Farmasi: Bernofarm Indonesia.
  • Harga: -

Kegunaan Meropex

Meropex digunakan untuk mengobati penyakit infeksi bakteri yang rentan, meningitis (radang selaput otak), cystic fibrosis (penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket), infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi intraabdomen (organ dalam perut).

Dosis & Cara Penggunaan Meropex

Meropex merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  1. Infeksi kulit dan struktur kulit: di berikan dosis 500 mg setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama kurang lebih 3-5 menit atau diinfuskan selama kurang lebih 15-30 menit.
  2. Infeksi intra-abdominal Sebagai meropenem trihydrate: di berikan dosis 1 g setiap 8 jam setiap kali melalui infus selama kurang lebih 15-30 menit atau melalui injeksi selama kurang lebih 5 menit.
  3. Infeksi yang rentan: di berikan dosis 0,5-1 g setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama sekitar 3-5 menit atau diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  4. Meningitis; Cystic fibrosis: di berikan dosis 2 g setiap 8 jam diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.

Cara Penyimpanan

  • Meropex Serbuk Injeksi: Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.
  • Meropex yang sudah dilarutkan: Jangan dibekukan. Simpan hingga 3 jam pada suhu 25 derajat Celcius atau hingga 12 jam pada suhu antara 2-8 derajat Celcius. 

Efek Samping Meropex

Efek samping penggunaan Meropex yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek gangguan saluran pencernaan, misalnya: diare, mual, muntah, sembelit)
  • Reaksi lokal, misalnya: nyeri dan peradangan di tempat injeksi
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Trombositemia (peningkatan jumlah trombosit)
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Kandidiasis oral.
  • Berpotensi Fatal: Reaksi hipersensitivitas (misal. Anafilaksis), diare dan kolitis yang berhubungan dengan Clostridium difficile.

Kontraindikasi
Hindari pemberian obat Meropex pada penderita:

  • Hipersensitif terhadap meropenem, karbapenem lainnya.
  • Riwayat reaksi anafilaksis terhadap β-laktam (misalnya: Penisilin, sefalosporin).

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat menurunkan kadar asam valproat dalam plasma sehingga meningkatkan risiko kejang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Meropex ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Meropex terserap kedalam ASI. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait