Sukses

Pengertian Mefinal

Mefinal adalah obat golongan antiinflamasi nonsteroid yang mengandung asam mefenamat. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan kaplet.

Obat Mefinal berfungsi untuk meringankan rasa nyeri dan peradangan, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, serta dapat digunakan untuk nyeri pascaoperasi dan nyeri otot.

Kandungan dalam obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin (senyawa yang menyebabkan rasa sakit serta reaksi peradangan).

Keterangan Mefinal

Berikut adalah keterangan Mefinal, mulai dari golongan obat hingga harga:

1. Mefinal Kapsul

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Analgetik dan Antiinflamasi.
  • Kandungan: Asam Mefenamat 250 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 7.000 - Rp. 17.000/ Strip.

2. Mefinal Kaplet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Analgetik dan Antiinflamasi.
  • Kandungan: Asam Mefenamat 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: PT Sanbe Farma.
  • Harga: Rp. 17.000 - Rp. 30.000/ Strip.

Artikel Lainnya: Waspadai Penyakit Dibalik Nyeri Haid Tidak Normal (Dismenorea Sekunder)

Kegunaan Mefinal

Obat Mefinal bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri haid.
  • Nyeri otot.

Selain itu, obat ini dapat juga digunakan untuk meringankan rasa nyeri pascaoperasi dan mengurangi volume perdarahan yang parah pada saat menstruasi.

Dosis dan Cara Penggunaan Mefinal

Mefinal merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Secara umum, aturan penggunaan obat Mefinal adalah sebagai berikut:

  • Dewasa dan anak usia > 14 tahun: dosis awal 500 mg, lalu dosis selanjutnya 250 mg tiap 6 jam.
  • Anak usia 6 bulan: dosis 3-6,5 mg/kgBB diberikan tiap 6 jam. Durasi pengobatan maksimal: 7 hari.

Cara Penyimpanan Mefinal

Di bawah 30 derajat Celsius.

Efek Samping Mefinal

Efek samping yang dapat muncul pada penggunaan Mefinal, yakni: 

  • Muntah.
  • Pusing.
  • Nyeri ulu hati.
  • Mual.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gangguan pada sistem saraf.
  • Dapat menurunkan sel darah putih.
  • Kantuk.
  • Gangguan pada tidur malam.

Artikel Lainnya: Catat, Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Nyeri Otot

Overdosis

Penggunaan Mefinal yang melebihi anjuran dosis dapat menimbulkan beberapa gejala di bawah ini:

  • Mengantuk.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri ulu hati.
  • Perdarahan saluran cerna.
  • Jarang: diare, pingsan, hipertensi, gagal ginjal akut, depresi pernapasan, dan koma.

Bila terjadi overdosis, segeralah bawa pasien ke rumah sakit. 

Kontraindikasi

Jangan memberikan Mefinal pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Riwayat alergi atau hipersensitif pada komposisi obat.
  • Riwayat penyakit pada tukak lambung.
  • Riwayat penyakit ginjal.
  • Riwayat alergi kulit.

Interaksi Obat

Mefinal sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan berikut karena dapat meningkatkan atau menurunkan efek dari obat tersebut:

  • Antihipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Obat diuretik (melancarkan urine).
  • Antikoagulan (pengencer darah).
  • Antiinflamasi (peradangan/bengkak).
  • Obat maag yang mengandung antasida.

Artikel Lainnya: Anak Mengeluh Sakit Gigi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kategori Kehamilan

Berikut adalah kategori penggunaan obat Mefinal pada kehamilan:

  • Kategori C

Studi pada hewan menunjukkan adanya efek buruk terhadap janin. Namun, studi pada wanita hamil belum memadai. Obat hanya boleh diberikan apabila manfaat yang diperoleh melebihi risiko terhadap janin.

  • Kategori D (Trimester ketiga dan menjelang persalinan)

Ada bukti positif bahwa obat berisiko terhadap janin manusia. Akan tetapi, pada sebagian kasus, penggunaan obat mungkin memberikan manfaat lebih besar ketimbang potensi risikonya.

Peringatan Menyusui

Mefinal tidak boleh dikonsumsi oleh wanita menyusui.