Sukses

Pengertian Mefamicetin

Mefamicetin adalah produk obat dengan bentuk sediaan suspensi yang diproduksi oleh Intijaya Meta Ratna Farma. Mefamicetin memiliki kandungan zat aktif Chloramphenicol yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Mefamicetin bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein bakteri.

Keterangan Mefamicetin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kloramfenicol
  • Kandungan: Chloramphenicol 125 mg/ 5 ml
  • Bentuk: Suspensi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, 1 Botol @ 60 ml
  • Farmasi: Intijaya Meta Ratna Farma

Kegunaan Mefamicetin

Mefamicetin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang peka terhadap Kloramfenikol. Mefamicetin juga dapat digunakan untuk mengobati demam tifoid, batuk rejan, brucellosis, rickettsia, pneumonia, bronchopneumonia, infeksi saluran kemih.

Dosis & Cara Penggunaan Mefamicetin

Mefamicetin termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep dokter.

  • Dewasa: 3 sendok takar (15 ml), diminum 3-6 kali sehari.
  • Anak usia 6-15 tahun: 2 sendok takar (10 ml), diminum 3-4 kali sehari
  • Anak usia 1-5 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
  • Bayi: ½ sendok takar (2.5 ml), diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Efek Samping Mefamicetin

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Mefamicetin, antara lain:

  • Tekanan saluran pencernaan
  • Depresi sumsum tulang
  • Anemia aplastik
  • Sindrom Gray pada bayi
  • Reaksi hipersensitivitas

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Mefamicetin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif
  • Anemia

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Mefamicetin:
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan dicumarol, phenytoin, tolbutamide, fenobarbital.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Mefamicetin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait