Sukses

Pengertian Medrol

Medrol merupakan obat yang di produksi oleh Pfizer Indonesia. Sediaan Medrol ini termasuk dalam golongan obat Kotikosteroid yang digunakan untuk meringankan reaksi peradangan, pembengkakan dan nyeri. Medrol bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengurangi reaksi peradangan dan gejalanya. Methylprednisolone selain dapat digunakan untuk mengatasi peradangan obat ini juga dapat digunakan sebagai terapi pengganti hormon bagi orang-orang yang tubuhnya tidak bisa memproduksi steroid.

Keterangan Medrol

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Obat Anti inflamasi dan Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg.
  • Bentuk : Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : PT. Pfizer.

Kegunaan Medrol

Medrol dapat digunakan untuk mengobati rasa nyeri, peradangan, pembengkakan, dan obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Medrol

Sediaan Medrol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan sediaan Medrol Tablet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Dosis penggunaan Medrol Tablet 4 mg :
    - Dosis untuk dewasa : 3-4x sehari 1 tablet
    - Dosis anak - Dosis maksimal pemakaian : 4-48 mg/ hari

Efek Samping Medrol

  • Dapat terjadi kekurangan cairan dalam tubuh
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pada pencernaan
  • Merasa lemas
  • Gangguan pada tidur
  • Dapat menyebabkan hipertensi

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Medrol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait