Sukses

Pengertian Medcomol

Medcomol adalah obat yang mengandung Paracetamol sebagai zat aktifnya. Medcomol digunakan untuk mengobati dan meringankan nyeri ringan sampai sedang dan dapat menurunkan demam. Paracetamol hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit tapi tidak mengobati penyebab terjadinya sakit. Paracetamol bekerja di pusat saraf dengan mempengaruhi ambang rasa sakit dengan menghambat enzim (cyclooxsygenase, COX-1, COX-2 dan COX-3) yang terlibat dalam pembentukan prostaglandin. Prostaglandin adalah substansi yang bertindak mengatur rasa sakit dan diketahui juga sebagai regulator panas pada hipotalamus, dengan berkurangnya produksi prostaglandin di otak maka efek rasa sakit dan demam dapat berkurang.

Keterangan Medcomol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Imedco Djaja.

Kegunaan Medcomol

Medcomol digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan dapat menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Medcomol

Demam dan nyeri ringan:

  • Dewasa: 0,5-1 gram 3 kali sehari, dosis maksimal 4 gram per hari
  • Anak usia 1-2 bulan: 30-60 mg 3 kali sehari, dosis maksimal 60mg/kgBB per hari
  • Anak usia 3-6 bulan: 60 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 6 bulan-2 tahun: 120 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 2 tahun-4 tahun: 180 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 4 tahun-6 tahun: 240 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 6 tahun-8 tahun: 240 mg - 250 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 8 tahun-10 tahun: 360 mg - 375 mg 3 kali sehari
  • Anak usia 10 tahun-12 tahun: 480 mg - 500 mg 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25˚C.

Efek Samping Medcomol

Efek samping dari obat Paracetamol dalam jangka panjang adalah penurunan fungsi hati.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki hipersensitifitas Paracetamol.

Interaksi obat:
Pemakaian Paracetamol bersama obat-obat di bawah ini dapat memberikan Interaksi obat

  • Warfarin
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi) efektifitas paracetamol dapat menurun
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang) dapat menurunkan kensentrasi serum
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah) dapat meningkatkan absorbsi paracetamol
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal) dapat menurunkan absorbsi obat.

Kategori kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengategorikan Medcomol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Gejala overdosis Paracetamol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Artikel
    Penyakit Terkait