Sukses

Pengertian Marcain

Marcain adalah obat yang di produksi oleh Astra Zeneca Indonesia. Marcain mengandung Bupivacaine HCl yang termasuk dalam obat keras (Harus Dengan Resep Dokter). Marcain digunakan untuk mengurangi rasa sakit, serta dapat di gunakan sebagai obat bius. Mekanisme kerja Marcain (Bupivacaine) seperti anestesi lokal lainnya, menyebabkan blokade propagasi impuls reversibel sepanjang serabut saraf dengan mencegah pergerakan ion natrium ke dalam melalui membran saraf. 

Keterangan Marcain

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anastesi Lokal
  • Kandungan: Bupivacaine
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Dus, 5 Ampul @ 20 ml
  • Farmasi: Astra Zeneca

Kegunaan Marcain

Marcain digunakan sebagai obat bius lokal.

Dosis & Cara Penggunaan Marcain

Harus Dengan Resep Dokter

  1. Anestesi infiltasi lokal: 0.25% konsentrat, disuntikkan sampai dosis maksimum
  2. Blok epidural
    • Konsentrat 0.75%: Disuntikkan satu kali dengan takaran 75 – 150 mg (10 – 20 mL) untuk bius total; bukan untuk bius selama proses persalinan
    • Konsentrat 0.5%: Disuntikkan dengan takaran 50 – 100 mg (10 – 20 mL) untuk bius lokal sampai total, ulangi dosis untuk menguatkan efek bius
    • Konsentrat 0.25%: Disuntikkan dengan takaran 25 – 50 mg (10 – 20 mL) untuk bius regional sampai lokal; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius.
  3. Anestesi epidural: Konsentrat 0.5% dan 0.75% harus diberikan dalam dosis 3 – 5 mL dengan waktu berjarak di antara suntikan untuk mengetahui timbulnya keracunan atau suntikan intravascular atau intrathecal yang tidak disengaja.
  4. Anestesi epidural untuk prosedur persalinan: hanya konsentrat 0.5% dan 0.25% yang boleh dipergunakan selama operasi persalinan;
    • Konsentrat 0.5% harus diberikan dalam dosis 3 – 5 mL dan tidak melebihi 50 – 100 mg setiap jarak suntikan. Untuk dosis berulang harus mengikuti dosis tes yang mengandung epinephrine jika tidak terjadi kontraindikasi; dianjurkan menggunakan produk bebas pengawet.
  5. Blok caudal
    • Konsentrat 0.5%: Disuntikkan dengan takaran 75 – 150 mg (15 – 30 mL) untuk bius lokal sampai total; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius
    • Konsentrat 0.25%: Disuntikkan dengan takaran 75 – 75 mg (15 – 30 mL) untuk bius lokal; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius Blok syaraf periferal
    • Konsentrat 0.5%: Disuntikkan dengan takaran minimum 25 mg (5 mL) sampai dengan dosis maksimum yang diperbolehkan untuk bius lokal sampai total; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius.
      4. Konsentrat 0.25%: Disuntikkan dengan takaran minimum 12.5 mg (5 mL) sampai dengan dosis maksimum yang diperbolehkan untuk bius lokal sampai total; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius.
  6. Block retrobulbar: Konsentrat 0.75%: Disuntikkan dengan takaran 15 – 30 mg (2 – 4 mL) untuk bius total; ulangi dosis untuk menguatkan efek bius.
  7. Blok simpatetik: Konsentrat 0.25%: Disuntikkan dengan takaran 50 – 125 mg (20 – 50 mL)
  8. Bupivacaine in dextrose injection: Anestesi tulang belakang: Disuntikkan dengan takaran 7.5 mg (1 mL) untuk prosedur area bawah dan perineal, termasuk prosedur pengangkatan jaringan prostat lewat uretra (TURP) dan bedah pengangkatan rahim; dosis serendah 6 mg pernah diberikan untuk proses persalinan normal.

Efek Samping Marcain

Aritmia/ jantung berdetak lebih cepat , fibrilasi ventrikel/Irama jantung mengancam jiwa yang menghasilkan detak jantung cepat dan tak memadai. kolaps kardiovaskular/kegagalan sirkulasi darah.

Kontraindikasi

  • Alergi atau hipersensitif terhadap anestesi lokal tipe amida atau natrium metabisulfit dalam larutan yang mengandung adrenalin
  • Teknik anestesi lokal tidak boleh digunakan ketika ada infeksi di daerah injeksi.
  • Bupivacaine dikontraindikasikan dalam blok obstetrik paracervical,anestesi regional intravena (blok Bier) dan semua infus intravena.

Interaksi Obat
Obat anti-aritmia: Anestesi lokal dari jenis amida, seperti bupivakain, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menerima anestesi lokal atau agen yang secara struktural terkait dengan anestesi lokal tipe amida, misalnya obat antiaritmia tertentu seperti mexiletine dan lignocaine, karena potensiasi efek jantung dapat terjadi. Studi interaksi spesifik dengan obat bupivacaine dan anti-arrhythmic kelas III (misalnya Amiodarone) belum dilakukan, tetapi hati-hati harus disarankan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Marcain ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait