Sukses

Pengertian Magstop

Magstop adalah obat yang mengandung calcium carbonate, famotidine, magnesium hydroxide sebagai zat aktifnya. Famotidine merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif dan tukak lambung aktif yang jinak, terapi pemeliharaan pada penderita tukak usus 12 jari yang baru saja sembuh dari tukak aktif, pengobatan jangka pendek refluks gastroesofagus, pengobatan hipersekresi, patologi seperti sindrom Zollinger-Ellison, adenoma endokrin multiple. Calcium carbonate dan magnesium hydroxide merupakan obat yang dapat menetralkan asam lambung. Magstop digunakan untuk mengurangi penyakit yang berhubungan dengan asam lambung seperti tukak lambung, tukak duodenum, mual, nyeri hati, nyeri lambung.

Keterangan Magstop

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antasid, Obat Antirefluks & Antiulserasi
  • Kandungan: Famotidine, magnesium hyidroxide, calcium carbonat
  • Bentuk: Tablet kunyah
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 15 Catch cover @ 1 Strip @ 4 tablet kunyah
  • Farmasi: Armoxindo Farma.

Kegunaan Magstop

Magstop digunakan untuk terapi pengobatan tukak lambung dan usus dalam jangka pendek.

Dosis & Cara Penggunaan Magstop

  • Tukak usus 12 jari: terapi akut 4 tablet kali sehari
  • Tukak lambung yang jinak: terapi akut 4 tablet sekali sehari sebelum tidur
  • Refluks gastroesofagus: 2 tablet, 2 x sehari selama 6 minggu
  • Kondisi hipersekresi patologis: awal 2 tablet tiap 6 jam, dosis dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan penderita, pada penderita Zollinger Ellison yang serius dosis dapat ditingkatkan sampai 160 mg tiap 6 jam.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30°C.

Efek Samping Magstop

Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan Magstop adalah sakit kepala, pusing, konstipasi, diare, jerawat, pruritus, urtikaria, kulit kering, demam, hipertensi, pembilasan, nyeri muskuloskeletal.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas pada famotidine

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Magstop masuk ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada sistem reproduksi. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trisemester pertama.

Artikel
    Penyakit Terkait